Gubuku – Pernah ngelakuin doom scrolling di media sosial, terus tiba-tiba kaget pas ngeliat saldo rekening sisa belasan ribu padahal baru tengah bulan? Buat Gen Z, rasanya FOMO (Fear of Missing Out) sama gaya hidup kekinian itu sering banget bikin kantong jebol. Dari coffee run tiap pagi, jajan snack lucu, sampai cozy hangout tiap akhir pekan—semuanya kelihatan kecil, tapi kalau dijumlahkan bisa bikin pusing!
Kalau kamu mimpi pengen punya tabungan melimpah atau bahkan ngerasain financial freedom, kuncinya bukan nunggu punya gaji ratusan juta dulu. Langkah pertamanya sederhana: berhenti boros.
Yuk, simak panduan ngatur keuangan ala Gen Z berikut biar kamu bisa makin kaya tanpa harus kehilangan gaya hidup asyikmu!
1. Bedakan Needs vs Wants (Kebutuhan vs Keinginan)
Beli kopi susu kekinian $3-4$ kali seminggu itu masuk kebutuhan atau keinginan? Kebanyakan dari kita sering berlindung di balik alasan “self-reward” atau “sekadar cari suasana kerja”. Padahal, self-reward yang kebablasan itu cuma nama lain dari boros!
-
Kebutuhan (Needs): Makan harian, sewa kos/kontrakan, kuota internet buat belajar/kerja, dan biaya transportasi dasar.
-
Keinginan (Wants): Beli baju baru tiap ada promo marketplace, ganti gadget padahal yang lama masih mulus, atau langganan platform streaming yang jarang ditonton.
Coba terapkan aturan 24 jam. Kalau kamu pengen beli barang yang masuk kategori wants, tunggu selama 24 jam. Kalau setelah seharian kamu masih ngerasa butuh banget, baru pertimbangkan buat beli. Seringnya, rasa pengen itu hilang gitu aja!
2. Kenali dan Hentikan Latte Factor
Tahu enggak apa itu Latte Factor? Istilah ini merujuk pada pengeluaran kecil yang teratur, tapi kalau diakumulasikan nilainya sangat besar.
Contoh sederhananya:
-
Kopi kekinian: Rp25.000 / hari
-
Biaya admin top-up / transfer beda bank: Rp2.500 x 3 = Rp7.500 / hari
-
Jajan sore: Rp15.000 / hari
Total pengeluaran tak terasa ini bisa mencapai Rp47.500 per hari. Dalam sebulan, kamu sudah menghabiskan sekitar Rp1.425.000! Bayangkan kalau uang sebesar itu langsung kamu alokasikan ke tabungan atau investasi.
3. Pakai Metode Budgeting 50/30/20
Biar uang enggak langsung lenyap begitu dapat uang saku atau gaji, bagi keuanganmu pakai rumus populer 50/30/20:
| Alokasi | Persentase | Peruntukan |
| Needs | 50% | Untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tagihan). |
| Wants | 30% | Untuk hiburan, hobi, dan hangout (biar enggak stres!). |
| Savings/Invest | 20% | Untuk dana darurat, tabungan masa depan, dan investasi. |
Begitu dana masuk, langsung sisihkan 20% di awal (prinsip pay yourself first), jangan menunggu sisa di akhir bulan karena biasanya enggak bakal ada sisa!
4. Manfaatkan Fitur Autodebet dan Aplikasi Keuangan
Gen Z terkenal paham teknologi, jadi manfaatkan smartphone kamu buat mengontrol keuangan:
-
Catat pengeluaran: Gunakan aplikasi pencatat keuangan harian agar kamu sadar ke mana perginya tiap rupiah yang kamu keluarkan.
-
Aktifkan autodebet: Setel fitur pemindahan dana otomatis ke rekening tabungan terpisah atau portofolio investasi tepat di tanggal gajian/saat terima uang saku.
-
Bikin rekening khusus: Pisahkan rekening operasional sehari-hari dengan rekening khusus tabungan agar uang tidak gampang terpakai.
5. Ubah Mindset: “Investasi Dulu, Gaya Kemudian”
Kaya itu bukan tentang seberapa mahal pakaian yang kamu pakai atau tempat nongkrong ter-hitz yang kamu datangi. Kaya yang sebenarnya adalah tentang seberapa banyak aset dan keamanan finansial yang kamu miliki.
Mulai sisihkan sebagian uang berhenti borosmu ke instrumen investasi yang cocok buat pemula, seperti:
-
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU): Risiko rendah dan cocok buat simpanan jangka pendek.
-
Surat Berharga Negara (SBN): Aman karena dijamin negara dengan imbal hasil menarik.
-
Emas/Logam Mulia: Cocok buat menjaga nilai uang dari inflasi jangka panjang.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.
Leave a Reply