Cara Menganalisis Kompetitor di Pinterest

Cara Menganalisis Kompetitor di Pinterest

Cara Menganalisis Kompetitor di Pinterest

Gubuku- Cara Menganalisis Kompetitor di Pinterest

Pinterest bukan cuma tempat cari inspirasi foto, desain, atau ide DIY. Buat pebisnis dan kreator, Pinterest juga bisa jadi tempat untuk melihat strategi kompetitor dan mencari peluang baru.

Dengan cara menganalisis kompetitor di Pinterest yang tepat, kamu bisa tahu konten seperti apa yang menarik perhatian audiens, keyword apa yang sering digunakan, sampai gaya visual yang membuat sebuah Pin lebih menonjol.

Apa Itu Analisis Kompetitor di Pinterest?

Analisis kompetitor di Pinterest adalah proses melihat dan mempelajari strategi akun atau brand lain yang memiliki target audiens atau niche yang sama dengan bisnis kamu.

Bukan berarti kamu harus meniru kompetitor. Justru, tujuan utamanya adalah mencari tahu:

  • Konten apa yang mereka buat.
  • Pin mana yang paling menarik.
  • Keyword apa yang mereka gunakan.
  • Bagaimana mereka membuat judul dan deskripsi.
  • Jenis visual apa yang digunakan.
  • Bagaimana mereka mengarahkan pengguna ke website atau produk.

Dengan informasi tersebut, kamu bisa membuat strategi Pinterest yang lebih terarah.

Kenapa Perlu Menganalisis Kompetitor di Pinterest?

Persaingan di Pinterest bisa cukup ramai, terutama untuk niche seperti fashion, makanan, kecantikan, bisnis, desain, hingga dekorasi.

Kalau asal upload Pin tanpa melihat pasar, konten kamu bisa saja kurang mendapatkan perhatian.

Analisis kompetitor membantu kamu memahami apa yang sedang diminati audiens. Kamu juga bisa menemukan celah yang belum dimanfaatkan kompetitor.

Misalnya, kompetitor banyak membuat konten tentang tips jualan online, tetapi belum banyak membahas strategi Pinterest untuk UMKM. Nah, topik tersebut bisa menjadi peluang untuk kamu.

Cara Menganalisis Kompetitor di Pinterest

1. Cari Kompetitor dengan Keyword yang Relevan

Mulai dengan mencari keyword yang berhubungan dengan bisnis atau niche kamu di Pinterest.

Contohnya, jika kamu menjual produk fashion, coba cari:

  • Outfit wanita
  • Fashion wanita
  • Outfit casual
  • Inspirasi outfit
  • Fashion Korea

Perhatikan akun dan brand yang sering muncul di hasil pencarian.

Pilih beberapa kompetitor yang kontennya relevan dan memiliki target audiens yang mirip dengan kamu.

2. Perhatikan Profil Pinterest Kompetitor

Setelah menemukan kompetitor, jangan langsung melihat satu Pin saja.

Coba perhatikan keseluruhan profilnya.

Lihat bagaimana mereka membuat:

  • Nama akun.
  • Bio.
  • Board.
  • Cover Board.
  • Deskripsi profil.
  • Link website.

Dari sini kamu bisa melihat bagaimana kompetitor membangun identitas brand di Pinterest.

3. Lihat Pin yang Paling Menarik

Selanjutnya, perhatikan Pin yang mendapatkan banyak perhatian.

Coba cari pola dari konten mereka.

Misalnya:

Apakah kontennya menggunakan gambar produk?

Apakah judulnya menggunakan angka?

Apakah desainnya minimalis?

Apakah menggunakan format tutorial?

Apakah judulnya dibuat seperti pertanyaan?

Tujuannya adalah menemukan pola konten yang bisa kamu kembangkan dengan gaya sendiri.

4. Analisis Judul Pin

Judul menjadi salah satu bagian penting karena membantu pengguna memahami isi Pin.

Perhatikan kata-kata yang sering digunakan kompetitor.

Misalnya kompetitor menggunakan judul:

“10 Ide Konten Instagram untuk UMKM”

Kamu bisa membuat versi yang lebih spesifik seperti:

“10 Ide Konten Instagram untuk UMKM yang Bisa Dibuat dalam 30 Menit”

Baca Juga :  Cara Menggunakan Pinterest dengan Benar

Intinya bukan menyalin judul, tetapi mencari cara membuat judul yang lebih menarik dan relevan.

5. Perhatikan Keyword yang Digunakan

Pinterest juga bekerja seperti mesin pencari. Karena itu, penggunaan keyword sangat penting.

Cari tahu keyword yang muncul pada:

  • Judul Pin.
  • Deskripsi Pin.
  • Nama Board.
  • Deskripsi Board.
  • Profil kompetitor.

Misalnya niche kamu adalah bisnis UMKM. Beberapa keyword yang relevan bisa berupa:

bisnis UMKM, ide bisnis, tips bisnis, bisnis online, pemasaran UMKM, strategi marketing, dan usaha modal kecil.

Gunakan keyword yang sesuai dengan isi konten. Jangan memasukkan keyword secara berlebihan hanya demi mengejar pencarian.

6. Analisis Desain Visual

Pinterest sangat mengandalkan visual. Jadi, desain Pin juga perlu diperhatikan.

Lihat bagaimana kompetitor menggunakan:

  • Foto produk.
  • Font.
  • Judul pada gambar.
  • Komposisi gambar.
  • Warna.
  • Infografis.
  • Foto lifestyle.

Kamu tidak perlu meniru desain mereka secara mentah.

Ambil polanya, lalu buat visual yang punya ciri khas brand kamu sendiri.

7. Perhatikan Board Kompetitor

Board membantu pengguna menemukan konten berdasarkan topik tertentu.

Contohnya, akun bisnis fashion mungkin memiliki Board seperti:

  • Inspirasi Outfit
  • Outfit Casual
  • Fashion Wanita
  • Outfit Kerja
  • Fashion Tips

Dari Board tersebut, kamu bisa mendapatkan ide tentang kategori konten yang potensial untuk niche kamu.

8. Cari Celah Konten

Ini bagian yang paling penting.

Setelah melihat beberapa kompetitor, cari topik yang belum banyak mereka bahas.

Contohnya, kompetitor banyak membuat:

“Tips Memulai Bisnis Online”

Kamu bisa mencari sudut pandang yang lebih spesifik:

“Cara Memulai Bisnis Online untuk Pemula dengan Modal Rp500 Ribu”

Konten yang lebih spesifik biasanya lebih mudah diarahkan ke kebutuhan audiens tertentu.

9. Bandingkan Beberapa Kompetitor

Jangan hanya menganalisis satu akun.

Bandingkan sekitar 3–5 kompetitor agar kamu bisa melihat pola yang lebih jelas.

Perhatikan:

Yang Dianalisis Yang Perlu Dilihat
Profil Bio dan branding
Board Kategori konten
Pin Format dan topik
Judul Keyword dan gaya copywriting
Visual Desain dan foto
Deskripsi Keyword dan informasi
Link Website atau halaman tujuan

Dengan perbandingan ini, kamu bisa melihat mana strategi yang umum digunakan dan mana yang bisa menjadi peluang baru.

Jangan Meniru Kompetitor 100%

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah melihat kompetitor lalu menyalin semuanya.

Padahal, analisis kompetitor bukan berarti copy-paste.

Gunakan kompetitor sebagai referensi, bukan sebagai template yang harus ditiru.

Misalnya kompetitor menggunakan konten “5 Tips Jualan Online”, kamu bisa mengambil idenya lalu membuat versi yang lebih spesifik, lebih praktis, atau lebih sesuai dengan karakter audiens kamu.

Buat Strategi Pinterest Berdasarkan Hasil Analisis

Setelah selesai menganalisis, jangan berhenti di tahap riset.

Gunakan hasilnya untuk membuat strategi.

Misalnya kamu menemukan bahwa:

  • Konten tutorial banyak diminati.
  • Keyword tertentu sering muncul.
  • Pin dengan judul berupa angka terlihat lebih menarik.
  • Konten vertikal lebih cocok dengan gaya niche kamu.

Dari sini kamu bisa membuat kalender konten berdasarkan insight tersebut.

Jadi, setiap Pin yang dibuat punya tujuan, bukan sekadar upload secara random.

Penulis: Fasya – SMKN 9 Bungo