Gubuku – Masuk usia 30 tahun sering kali bikin banyak perempuan overthinking. Di satu sisi, karier mungkin makin stabil dan gaya hidup makin nyaman. Tapi di sisi lain, pernah nggak kamu pause sejenak dan cek finansialmu: usiamu terus bertambah setiap tahun, tapi apakah asetmu ikut bertambah?
Bagi Gen Z yang mulai memasuki usia dewasa muda maupun kamu yang mendekati kepala tiga, memahami pengelolaan aset sejak dini adalah kunci agar tidak terjebak dalam financial anxiety di masa depan.
Kenapa Banyak Perempuan Mengalami Hal Ini?
Ada beberapa faktor utama yang membuat nilai atau jumlah aset seseorang stagnan meskipun usia dan pendapatan terus naik:
-
Fokus pada Lifestyle Inflation: Makin besar gaji, makin besar juga pengeluaran untuk coffee shop, liburan, atau barang trendy. Uang habis untuk kenyamanan saat ini, bukan untuk tabungan masa depan.
-
Aset vs. Beban (Liabilitas): Banyak yang mengira membeli barang bermerek atau kendaraan adalah aset. Padahal, jika nilainya terus turun seiring waktu, barang tersebut justru menjadi liabilitas.
-
Takut Berinvestasi: Masih banyak yang menaruh seluruh dana di rekening tabungan biasa. Padahal, nilai uang di tabungan bisa tergerus oleh inflasi setiap tahunnya.
Cara Mengubah Arah Finansial Sebelum Terlambat
Menambah aset tidak selalu butuh modal ratusan juta sekaligus. Kamu bisa memulainya dengan langkah-langkah sederhana berikut:
-
Mulai Tabung Dana Darurat: Sebelum masuk ke instrumen investasi, pastikan kamu memiliki dana cadangan minimal 3–6 kali pengeluaran bulanan.
-
Pahami Instrumen Investasi Low-Risk: Untuk pemula, alokasikan sebagian pendapatan ke instrumen yang relatif aman seperti Reksa Dana Pasar Uang atau Surat Berharga Negara (SBN).
-
Investasi pada Diri Sendiri (Upskilling): Aset terbaik di usia 20-an dan 30-an adalah keterampilanmu. Ambil kursus baru, pelajari bahasa asing, atau perdalam keahlian profesional yang bisa meningkatkan daya tawar kariermu.
-
Beli Aset yang Bermanfaat Panjang: Pertimbangkan untuk mengalokasikan dana ke emas batangan atau properti secara bertahap daripada terus membeli barang-barang konsumtif.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.
Leave a Reply