Gubuku – Pernah nggak sih kamu lagi scrolling media sosial, terus tiba-tiba kepingin beli barang hanya karena keliahatan lucu atau lagi viral? Padahal lima menit sebelumnya, kamu bahkan nggak tahu kalau barang itu ada.
Fenomena impulsive buying alias lapar mata ini makin sering terjadi di kalangan anak muda. Tekanan FOMO (Fear of Missing Out) dan kemudahan transaksi digital bikin uang di dompet digital menguap begitu saja.
Kenapa Kita Sering Beli Barang yang Nggak Penting?
Ada beberapa alasan kenapa jari kita gampang banget menekan tombol checkout:
-
Trik Psikologi Marketing: Promo flash sale, diskon terbatas, hingga gratis ongkir sering bikin kita merasa rugi kalau nggak beli saat itu juga.
-
Pengaruh Media Sosial: Melihat konten unboxing atau rekomendasi barang lucu di FYP sering memicu keinginan impulsif.
-
Mencari Dopamine Spike: Belanja barang baru sering dijadikan pelarian saat merasa bosan, stres, atau capek setelah beraktivitas.
Cara Menghentikan Kebiasaan Lapar Mata
Supaya keuangan kamu tetap aman dan kamu bisa menabung untuk hal-hal yang benar-benar kamu impikan, coba terapkan langkah sederhana ini:
-
Gunakan Aturan 24 Jam: Saat melihat barang yang kamu inginkan, tahan diri dan tunggu selama 24 jam. Jika setelah seharian kamu masih memikirkannya dan barang itu benar-benar berguna, baru dipertimbangkan untuk dibeli.
-
Pisahkan Needs dan Wants: Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku butuh barang ini sekarang, atau cuma pengin karena lucu?”
-
Hapus Simpanan Kartu/Saldo di Aplikasi: Proses transaksi yang terlalu mudah bikin kita gampang mengeluarkan uang. Makin rumit proses pembayarannya, makin besar kesempatan kamu untuk berpikir ulang.
-
Tetapkan Tujuan Finansial: Fokus pada impian yang lebih besar, seperti dana darurat, modal usaha, atau tabungan untuk liburan.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.
Leave a Reply