Gubuku – Fenomena ini sering banget terjadi di kalangan Gen Z. Di era media sosial seperti TikTok dan Instagram, kita disuguhkan konten unboxing, outfit check, hingga haul barang-barang seharga motor. Tanpa sadar, muncul standar baru: seolah-olah semakin mahal barang yang menempel di tubuhmu, semakin tinggi pula nilaimu sebagai seorang manusia.
Tapi, apakah benar price tag di bajumu menentukan seberapa berharganya dirimu?
Perangkap FOMO dan Visual Media Sosial
Media sosial bekerja dengan cara yang unik. Algoritma merancang kita untuk terus melihat apa yang dimiliki orang lain, hingga akhirnya memicu Fear of Missing Out (FOMO).
Banyak dari kita terjebak dalam persepsi bahwa penampilan luar adalah segalanya. Memakai barang bermerek memang memberikan kepuasan instan. Sayangnya, kepuasan itu hanya bertahan sementara. Ketika ada tren baru yang muncul bulan depan, barang mahal yang kamu beli dengan susah payah kemarin tiba-tiba terasa “biasa saja”, dan kamu terdorong untuk membeli yang lebih mahal lagi.
Self-Worth vs Net-Worth
Satu hal penting yang sering terlupakan: Nilaiku tidak sama dengan apa yang kamu pakai.
-
Barang mahal cuma menambah nilai estetika atau fungsionalitas visual.
-
Nilai diri (self-worth) dibangun dari karakter, keahlian, empati, dan bagaimana kamu memperlakukan orang lain.
Sepatu seharga puluhan juta tidak akan otomatis membuat seseorang menjadi pendengar yang baik, teman yang setia, atau pribadi yang pintar. Logonya mungkin berkilau, tapi kalau perilakunya tidak berkelas, nilainya di mata orang lain tetap saja akan berkurang.
Sebaliknya, seseorang yang hanya memakai kaos polos biasa tapi punya pemikiran yang luas, percaya diri, dan sopan santun akan selalu memancarkan aura yang menarik. Vibe positif dan kualitas diri itulah yang membuat seseorang benar-benar dihargai.
Cara Tetap Keren Tanpa Harus Menguras Dompet
Menyukai barang bagus atau barang mahal itu tidak salah sama sekali. Yang menjadi masalah adalah ketika kamu memaksakan diri membayarnya hanya demi pengakuan orang lain. Kalau kamu ingin tampil keren tanpa beban keuangan, coba terapkan prinsip ini:
-
Fokus pada Skills dan Knowledge
Investasi terbaik untuk Gen Z bukan pada barang mewah, melainkan pada keahlian. Belajar bahasa baru, menguasai coding, mahir editing video, atau mengasah kecerdasan emosional jauh lebih bernilai jangka panjang dibanding pakaian hypebeast.
-
Gunakan Gaya yang Menjadi Ciri Khasmu (Personal Style)
Baju mahal belum tentu cocok di semua orang. Daripada mengikuti tren mahal yang terus berganti, temukan gaya busana yang nyaman dan benar-benar mencerminkan kepribadianmu. Mix and match baju terjangkau bisa kelihatan sangat elegan kalau kamu percaya diri memakainya.
-
Pahami Perbedaan Antara Butuh dan Gengsi
Sebelum membeli sesuatu yang mahal, tanyakan pada diri sendiri: “Aku beli ini karena memang butuh fungsinya, atau cuma takut dipandang rendah sama orang lain?” Jujur pada diri sendiri adalah langkah awal menjadi pribadi yang matang.
penulis : diah smkn 8 bungo
Leave a Reply