Gubuku – Gaya hidup fomo (Fear of Missing Out) sering banget bikin anak muda tergiur buat beli barang-barang branded, gadget terbaru, atau nongkrong di tempat kekinian cuma demi konten dan validasi. Nggak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja keras, tapi masalahnya bakal muncul kalau semua penghasilan cuma habis buat barang-barang yang nilainya makin lama makin turun.
Sebelum terlanjur terjebak lifestyle inflation yang bikin dompet selalu tipis, yuk pahami bedanya barang konsumtif dan aset, serta kenapa kamu harus mulai bangun aset dari sekarang.
Bedanya Barang Depresiasi vs Aset
Biar nggak salah langkah, kamu wajib tau perbedaan dua hal ini:
-
Barang Depresiasi (Konsumtif): Barang yang nilainya bakal terus turun seiring berjalannya waktu. Contohnya fashion item, sepatu mahal, sampai smartphone flagship. Begitu kamu beli dan pakai, harganya langsung anjlok kalau dijual lagi.
-
Aset: Sesuatu yang nilainya bisa bertambah di masa depan atau bisa ngasilin cash flow (uang masuk) buat kamu. Contohnya instrumen investasi, properti, saham, bisnis, atau bahkan keterampilan (upskilling).
Kenapa Harus Punya Aset Dulu?
Beli barang mahal itu menyenangkan, tapi punya fondasi keuangan yang kuat jauh lebih bikin tenang. Ini alasan kenapa aset harus jadi prioritas utama:
1. Kebebasan Finansial di Masa Depan
Punya aset yang berkembang bikin kamu nggak perlu kerja keras seumur hidup cuma buat penuhi kebutuhan sehari-hari. Aset yang kamu tanam sekarang bakal bekerja buat kamu di masa depan.
2. Melindungi Diri dari Inflasi
Menyimpan uang tunai doang di tabungan bakal tergerus inflasi setiap tahunnya. Dengan menaruh uang di aset investasi yang imbal hasil-nya di atas rate inflasi, nilai kekayaanmu bakal tetap terjaga.
3. Emergency Fund yang Aman
Aset yang likuid (mudah dicairkan) bisa jadi penolong saat ada situasi darurat, seperti kehilangan pekerjaan atau masalah kesehatan.
Cara Mulai Bangun Aset Buat Gen Z
Nggak perlu nunggu punya uang ratusan juta buat mulai bangun aset. Kamu bisa mulai dari langkah kecil berikut:
-
Investasi pada Diri Sendiri (Skill): Upskilling lewat kursus online, belajar bahasa asing, atau menguasai skill digital adalah aset terbaik buat tingkatkan income.
-
Mulai dari Reksa Dana atau Saham: Saat ini banyak platform investasi legal yang mengizinkan kamu mulai investasi cuma dengan modal Rp10.000.
-
Pahami Profil Risiko: Jangan cuma ikut-ikutan tren (fomo). Pelajari instrumen investasi yang mau kamu pilih, mulai dari yang risikonya rendah seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU).
-
Terapkan Rumus Pay Yourself First: Sisihkan minimal 10-20% dari uang saku atau gaji di awal bulan khusus buat tabungan/investasi, bukan menyisakan sisa belanja.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.



Leave a Reply