Gubuku – Pernah nggak sih kamu merasa udah kerja banting tulang, overtime hampir tiap hari, tapi tabungan gitu-gitu aja? Atau mungkin kamu merasa skill yang kamu punya sebenarnya keren banget, tapi di kantor sekarang cuma dipakai buat tugas-tugas random yang nggak bikin kamu berkembang?
Kalau jawabannya “iya”, fix ini saatnya kamu buat pause sejenak dan evaluasi karirmu. Jangan sampai kamu terjebak di tempat yang bikin potensimu “dijual murah”!
Kenapa Banyak Anak Muda Terjebak di Pekerjaan Underpaid?
Masuk ke dunia kerja buat Gen Z emang tantangan tersendiri. Kadang karena takut nganggur lama atau kepentok butuh uang cepat, kita asal terima tawaran kerja tanpa riset mendalam.
Ada beberapa zona nyaman berbahaya yang sering bikin bertahan:
-
FOMO Nganggur: Rasa takut ketinggalan dari teman sebaya yang udah pada kerja.
-
Taktik Gaslighting Perusahaan: Kalimat manis kayak “Keluarga besar” atau “Sing sabar, ini tempat belajar” yang sering dipakai buat menutupi bayaran yang nggak layak.
-
Nggak Tahu Market Value: Malu atau takut buat cari tahu standar gaji untuk role dan skill yang kamu miliki di pasaran.
Ciri-Ciri Utama Pekerjaanmu Membatasi Potensi
Biarr nggak makin rugi waktu dan tenaga, coba cek apakah tempat kerjamu sekarang menunjukkan tanda-tanda ini:
-
Beban Kerja Senior, Gaji Intern
Jobdesk kamu terus bertambah, tapi pas bahas naik gaji, manajemen selalu punya seribu alasan buat menunda.
-
Skill Kamu Stagnan
Nggak ada tantangan baru, nggak ada pelatihan, dan ide-ide kreatifmu selalu dipatahkan tanpa alasan jelas.
-
Kesehatan Mental Terkuras (Burnout)
Hari Minggu sore udah merasa cemas berlebihan (Sunday Scaries) karena bayangan pekerjaan di hari Senin.
Cara Level Up dan Keluar dari Jebakan Potensi Murah
Keluar dari zona ini bukan berarti kamu harus langsung resign besok pagi tanpa persiapan (impulse resign). Kamu butuh strategi yang matang:
-
Riset Market Value Skill Kamu
Cek platform penyedia informasi gaji atau berdiskusi dengan sesama profesional di industri yang sama untuk tahu nilai pasarmu.
-
Mulai Buat Portofolio dan Personal Branding
Dokumentasikan semua hasil kerjamu. Optimalkan profil LinkedIn atau media sosial profesionalmu agar perekrut bisa melihat kemampuanmu.
-
Tingkatkan Skill Secara Mandiri (Upskilling)
Manfaatkan kursus online gratis atau bersertifikat untuk menambah nilai plus di CV kamu.
-
Mulai Apply Kerja Diam-diam
Gunakan waktu luang untuk mencari peluang baru yang menawarkan apresiasi dan kultur kerja yang lebih baik.
penulis: zahra dari smkss2
Leave a Reply