Gubuku – Ada satu hal yang sering tidak disadari banyak perempuan: kita tidak harus membeli banyak hal untuk membuktikan bahwa kita berhasil.
Punya tas mahal? Keren.
Pakai skincare lengkap? Boleh.
Sering nongkrong di tempat hits? Sah-sah saja.
Checkout barang incaran setelah gajian? Siapa yang bisa menolak?
Tapi, menjadi perempuan hebat sebenarnya tidak pernah sesederhana melihat isi keranjang belanja.
Karena perempuan hebat bukan yang paling banyak belanja. Perempuan hebat adalah perempuan yang tahu apa yang dia mau, tahu apa yang dia butuhkan, dan tidak menjadikan barang sebagai ukuran harga dirinya.
Belanja Boleh, Tapi Jangan Sampai Jadi Pembuktian
Media sosial membuat kita semakin mudah membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain.
Teman upload barang baru, kita ingin ikut punya.
Influencer menunjukkan haul belanja, kita merasa harus ikut mencoba.
Ada tren baru, takut ketinggalan.
Akhirnya, belanja bukan lagi karena butuh, tetapi karena ingin merasa “aku juga bisa.”
Padahal, membeli sesuatu hanya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain bisa membuat kita lelah.
Barang yang dibeli mungkin membuat bahagia selama beberapa hari. Setelah itu, muncul tagihan, saldo menipis, dan rasa bersalah.
Worth it nggak?
Belum tentu.
Perempuan Mandiri Tahu Kapan Harus Bilang “Nggak”
Salah satu tanda perempuan semakin dewasa secara finansial adalah mampu mengatakan:
“Aku suka, tapi aku nggak harus punya.”
Kalimat sederhana, tetapi tidak selalu mudah dilakukan.
Apalagi ketika diskon besar muncul di depan mata.
Flash sale tinggal beberapa menit.
Gratis ongkir.
Buy one get one.
Limited edition.
Rasanya seperti dunia sedang menyuruh kita untuk checkout sekarang juga.
Padahal, perempuan mandiri tidak takut melewatkan barang. Dia lebih takut kehilangan kendali atas keuangannya sendiri.
penulis diah smkn 8 bungo
Leave a Reply