Cara Menggunakan Pinterest Analytics

Cara Menggunakan Pinterest Analytics

Cara Menggunakan Pinterest Analytics

Gubuku- Cara Menggunakan Pinterest Analytics: Panduan Simpel untuk Pemula

Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi foto, desain, resep, atau ide bisnis. Kalau digunakan dengan benar, Pinterest juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah konten yang kamu buat benar-benar menarik perhatian orang.

Nah, di sinilah Pinterest Analytics berperan. Fitur ini membantu kamu melihat performa konten, memahami audiens, dan mengetahui Pin mana yang paling banyak mendapatkan perhatian.

Apa Itu Pinterest Analytics?

Pinterest Analytics adalah fitur analitik yang digunakan untuk melihat data performa akun dan konten Pinterest. Dari fitur ini, kamu bisa mengetahui berapa banyak orang yang melihat, menyimpan, atau berinteraksi dengan Pin yang kamu buat.

Simpelnya, Pinterest Analytics membantu kamu menjawab pertanyaan seperti:

  • Pin mana yang paling populer?
  • Berapa banyak orang melihat konten saya?
  • Konten apa yang paling sering disimpan?
  • Dari mana audiens saya berasal?
  • Apakah konten saya sudah menjangkau orang baru?

Dengan data tersebut, kamu tidak perlu hanya mengandalkan feeling saat membuat konten.

Kenapa Pinterest Analytics Penting?

Kalau kamu menggunakan Pinterest untuk bisnis, blog, toko online, atau personal branding, Analytics bisa membantu membuat strategi konten menjadi lebih terarah.

Misalnya, kamu membuat 10 Pin tentang bisnis. Setelah melihat Analytics, ternyata konten tentang tips jualan online mendapatkan lebih banyak interaksi dibandingkan konten lainnya.

Dari situ, kamu bisa membuat lebih banyak konten dengan tema serupa.

Jadi, bukan sekadar rajin posting, tetapi juga belajar dari data.

Cara Menggunakan Pinterest Analytics

Berikut langkah sederhana yang bisa kamu ikuti.

1. Gunakan Akun Pinterest Bisnis

Pinterest Analytics lebih cocok digunakan dengan akun bisnis Pinterest karena menyediakan data performa yang dibutuhkan untuk mengevaluasi konten.

Kalau kamu serius menggunakan Pinterest untuk bisnis atau membuat konten, akun bisnis bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

2. Buka Pinterest Analytics

Setelah masuk ke akun Pinterest, cari menu Analytics atau Analitik pada dashboard akun bisnis kamu.

Di bagian ini, kamu akan menemukan berbagai data mengenai performa akun dan Pin.

Tampilan menu bisa berubah seiring pembaruan Pinterest, tetapi prinsipnya tetap sama: cari bagian analitik untuk melihat performa konten.

3. Perhatikan Impressions

Impressions menunjukkan berapa kali konten kamu ditampilkan kepada pengguna Pinterest.

Contohnya, kalau sebuah Pin memiliki 10.000 impressions, berarti Pin tersebut sudah muncul sebanyak sekitar 10.000 kali dalam tampilan pengguna.

Semakin tinggi impressions, semakin luas kesempatan konten kamu ditemukan.

Namun, jangan langsung menganggap impressions tinggi berarti konten pasti sukses. Kamu juga perlu melihat metrik lainnya.

4. Cek Engagement

Engagement menunjukkan interaksi yang terjadi pada konten kamu.

Interaksi dapat membantu kamu memahami apakah pengguna hanya melihat Pin atau benar-benar tertarik untuk melakukan sesuatu.

Jika engagement meningkat, itu bisa menjadi tanda bahwa konten kamu cukup menarik bagi audiens.

5. Lihat Saves

Salah satu hal menarik dari Pinterest adalah fitur Save.

Ketika seseorang menyimpan Pin kamu, artinya konten tersebut dianggap cukup menarik atau berguna untuk dilihat lagi nanti.

Misalnya kamu membuat konten:

“10 Ide Konten Instagram untuk UMKM”

Baca Juga :  Pinterest vs TikTok untuk Bisnis

Jika banyak orang menyimpannya, berarti topik tersebut kemungkinan memiliki nilai bagi audiens.

Konten dengan jumlah saves tinggi bisa menjadi ide untuk membuat konten lanjutan.

6. Perhatikan Outbound Clicks

Kalau tujuan kamu adalah mendapatkan pengunjung ke website, blog, atau halaman produk, perhatikan outbound clicks.

Metrik ini membantu menunjukkan berapa banyak pengguna yang mengklik Pin dan keluar menuju tujuan yang kamu tautkan.

Misalnya kamu memiliki toko online dan membuat Pin produk.

Kalau impressions tinggi tetapi outbound clicks rendah, kamu bisa mengevaluasi kembali:

  • Judul Pin
  • Desain gambar
  • Call to action
  • Deskripsi
  • Relevansi konten dengan target audiens

Cara Membaca Data Pinterest Analytics

Jangan hanya melihat angka yang paling besar. Coba bandingkan beberapa metrik sekaligus.

Contohnya:

Pin A

  • Impressions: 20.000
  • Saves: 100
  • Clicks: 20

Pin B

  • Impressions: 8.000
  • Saves: 300
  • Clicks: 150

Walaupun Pin A memiliki impressions lebih tinggi, Pin B justru bisa lebih menarik karena menghasilkan lebih banyak saves dan clicks.

Artinya, jumlah tayangan bukan satu-satunya indikator keberhasilan.

Cara Mengetahui Konten yang Disukai Audiens

Pinterest Analytics bisa digunakan untuk mencari pola dari konten yang performanya bagus.

Coba perhatikan beberapa hal berikut:

  • Topik apa yang paling sering mendapatkan interaksi?
  • Format desain seperti apa yang paling menarik?
  • Judul seperti apa yang mendapatkan banyak klik?
  • Konten mana yang paling banyak disimpan?
  • Produk atau kategori apa yang paling menarik perhatian?

Setelah menemukan polanya, gunakan informasi tersebut untuk membuat konten berikutnya.

Tips Menggunakan Pinterest Analytics untuk Bisnis

Kalau kamu menggunakan Pinterest untuk UMKM atau bisnis online, coba gunakan strategi sederhana ini.

Buat Konten Berdasarkan Data

Jangan terus membuat konten secara acak. Lihat konten yang performanya bagus, lalu buat variasi dari tema tersebut.

Uji Beberapa Desain

Buat beberapa versi Pin dengan topik yang sama tetapi desain berbeda.

Setelah beberapa waktu, bandingkan performanya. Dari sini kamu bisa mengetahui gaya visual yang lebih disukai audiens.

Gunakan Keyword yang Relevan

Pinterest juga berfungsi seperti mesin pencari visual. Karena itu, gunakan keyword yang sesuai dengan topik konten.

Contohnya, jika kamu menjual produk makanan, gunakan keyword yang relevan seperti:

ide makanan, resep makanan, makanan kekinian, ide jualan makanan, atau bisnis kuliner.

Hindari memasukkan keyword yang tidak berhubungan hanya karena terlihat populer.

Evaluasi Secara Rutin

Tidak perlu mengecek Analytics setiap jam. Cukup lakukan evaluasi secara berkala.

Misalnya setiap minggu atau setiap bulan, lihat konten mana yang mengalami peningkatan dan mana yang kurang maksimal.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika menggunakan Pinterest Analytics.

Pertama, hanya fokus pada impressions.

Tayangan tinggi memang bagus, tetapi belum tentu menghasilkan klik atau penjualan.

Kedua, terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Jangan menilai sebuah konten hanya berdasarkan performa dalam waktu singkat. Berikan waktu agar data lebih mudah dibaca.

Ketiga, tidak melakukan eksperimen.

Analytics seharusnya digunakan untuk belajar. Coba berbagai judul, desain, format, dan topik untuk menemukan kombinasi yang paling cocok.

Penulis: Fasya – SMKN 9 Bungo