Gubuku – Fenomena compounding interest (bunga berbunga) dalam investasi butuh waktu. Makin cepat kamu mulai, makin besar hasilnya di masa depan. Jadi, kunci utamanya adalah keseimbangan—melunasi utang secara konsisten sambil tetap mengumpulkan aset secara perlahan.
1. Petakan Semua Utang dan Pisahkan Jenisnya
Langkah awal yang paling krusial adalah mencatat semua utang yang kamu miliki secara jujur. Pisahkan menjadi dua kategori:
-
Utang Bunga Tinggi (Utang Buruk): Contohnya pinjaman online (pinjol), kartu kredit, atau paylater. Utang jenis ini harus jadi prioritas utama untuk diselesaikan karena bunganya mencekik.
-
Utang Bunga Rendah/Produktif: Contohnya cicilan KPR atau utang modal usaha yang bunganya tergolong wajar.
2. Terapkan Rumus Alokasi Gaji (Strategi Split Shift)
Daripada menghabiskan seluruh sisa penghasilan untuk melunasi utang sekaligus, bagi dana bersihmu menggunakan porsi yang terukur:
-
50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tagihan bulanan).
-
30% untuk pembayaran utang.
-
10% untuk investasi/membangun aset.
-
10% untuk dana darurat dan self-reward.
Dengan menyisihkan setidaknya 10% untuk aset, kamu tidak kehilangan momentum berinvestasi meskipun sedang melunasi utang.
3. Pilih Metode Pelunasan Utang yang Cocok
Ada dua metode populer yang bisa kamu pakai untuk melunasi utang:
-
Metode Bola Salju (Snowball Method): Fokus melunasi utang dari nominal paling kecil terlebih dahulu. Begitu utang kecil lunas, rasa pencapaian (dopamine hit) bakal bikin kamu lebih bersemangat melunasi utang yang lebih besar.
4. Mulai dari Aset yang Murah dan Liquid
Saat masih punya cicilan, hindari membeli aset yang butuh modal besar atau sulit dicairkan (seperti properti). Fokuslah pada instrumen aset yang ramah kantong dan rendah risiko:
-
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU): Bisa dimulai dari Rp10.000 saja dan sangat stabil.
-
Emas Digital: Cocok untuk proteksi nilai uang jangka panjang.
5. Cari Penghasilan Tambahan (Side Hustle) Khusus Aset
Jika alokasi gajimu terasa pas-pasan, gunakan jurus side hustle. Manfaatkan keahlianmu—seperti freelance design, affiliate marketing, atau jualan online.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.

Leave a Reply