Gubuku- Cara Membuat Moodboard di Pinterest: Panduan Simpel untuk Pemula
Punya banyak ide tapi bingung menyusunnya? Moodboard di Pinterest bisa jadi solusi. Moodboard adalah kumpulan gambar, warna, font, desain, atau referensi visual yang digunakan untuk menggambarkan sebuah konsep atau suasana.
Dengan Pinterest, kamu bisa membuat moodboard dengan cara yang simpel dan gratis. Cocok banget buat Gen Z yang sedang mencari inspirasi untuk desain, bisnis, konten, fashion, dekorasi, sampai branding.
Apa Itu Moodboard di Pinterest?
Moodboard di Pinterest adalah kumpulan berbagai inspirasi visual yang disimpan dalam satu Board. Isinya bisa berupa foto, ilustrasi, palet warna, desain logo, gaya tulisan, hingga referensi produk.
Misalnya kamu ingin membuat brand fashion dengan konsep minimalis. Kamu bisa mengumpulkan foto outfit, warna netral, desain kemasan, logo, dan gaya feed Instagram dalam satu board.
Hasilnya, kamu punya gambaran visual yang lebih jelas sebelum mulai membuat sesuatu.
Kenapa Moodboard di Pinterest Penting?
Membuat moodboard bukan cuma soal mengumpulkan gambar. Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan, seperti:
- Membantu menentukan konsep.
- Membuat ide lebih terarah.
- Memudahkan mencari kombinasi warna.
- Menentukan gaya desain yang sesuai.
- Menghindari desain yang terlalu random.
- Mempermudah komunikasi dengan desainer atau tim.
- Menjadi sumber inspirasi saat mulai membuat karya.
Buat kamu yang sedang membangun bisnis atau personal branding, moodboard juga bisa membantu menjaga tampilan brand agar tetap konsisten.
Cara Membuat Moodboard di Pinterest
Berikut langkah sederhana yang bisa kamu ikuti.
1. Tentukan Tema Moodboard
Sebelum mulai mencari gambar, tentukan dulu tema yang ingin dibuat.
Contohnya:
- Branding UMKM
- Desain logo
- Konten Instagram
- Fashion
- Interior kamar
- Fotografi
- Desain produk
- Pernikahan
- Konten Pinterest
Jangan langsung menyimpan semua gambar yang terlihat menarik. Tentukan tujuan supaya moodboard tetap fokus.
2. Buat Board Baru
Buka Pinterest, kemudian buat Board baru dengan nama yang sesuai dengan proyekmu.
Contohnya:
“Moodboard Branding Coffee Shop”
Nama yang spesifik akan membuat board lebih mudah digunakan dan tidak tercampur dengan inspirasi lainnya.
3. Cari Inspirasi dengan Keyword
Gunakan keyword yang berhubungan dengan tema.
Misalnya kamu ingin membuat branding coffee shop minimalis, coba cari:
- minimal coffee shop branding
- coffee shop logo
- minimalist packaging
- coffee brand aesthetic
- neutral color palette
- cafe interior aesthetic
Semakin spesifik keyword yang digunakan, semakin mudah menemukan gambar yang sesuai.
4. Simpan Gambar yang Sesuai
Saat menemukan gambar yang cocok, simpan ke board yang sudah dibuat.
Pilih gambar yang benar-benar mewakili konsep. Tidak perlu menyimpan puluhan gambar yang sebenarnya mirip.
Idealnya, pilih beberapa referensi utama yang memiliki gaya visual konsisten.
5. Tentukan Palet Warna
Warna punya pengaruh besar terhadap mood sebuah desain.
Misalnya:
- Beige dan cokelat → hangat dan natural
- Hitam dan putih → elegan dan minimalis
- Pink dan putih → soft dan playful
- Hijau dan krem → natural dan fresh
- Biru → tenang dan profesional
Kamu bisa mencari color palette di Pinterest untuk menemukan kombinasi warna yang menarik.
6. Tambahkan Referensi Font dan Desain
Kalau moodboard digunakan untuk branding, jangan hanya memasukkan foto.
Tambahkan juga referensi:
- Font
- Logo
- Kemasan
- Kartu nama
- Feed media sosial
- Foto produk
- Ilustrasi
- Gaya fotografi
Dengan begitu, moodboard bisa memberikan gambaran brand secara lebih lengkap.
7. Rapikan dan Evaluasi
Setelah cukup banyak gambar terkumpul, lihat kembali board-mu.
Tanyakan:
“Apakah semua gambar ini punya vibe yang sama?”
Kalau ada gambar yang terlalu berbeda, kamu bisa menghapusnya.
Tujuannya bukan membuat board yang penuh, tetapi membuat kumpulan referensi yang punya arah visual jelas.
Tips Membuat Moodboard Pinterest yang Aesthetic
Mau moodboard terlihat lebih rapi dan aesthetic? Coba beberapa tips berikut:
Gunakan satu tema utama.
Jangan mencampur terlalu banyak konsep dalam satu board.
Pilih warna yang konsisten.
Gunakan kombinasi warna yang saling mendukung.
Cari referensi dengan keyword spesifik.
Keyword yang lebih detail biasanya menghasilkan inspirasi yang lebih relevan.
Jangan terlalu banyak menyimpan gambar.
Pilih gambar yang benar-benar punya nilai untuk konsepmu.
Gunakan moodboard sebagai panduan.
Jangan sekadar mengoleksi gambar. Gunakan hasilnya untuk menentukan arah desain atau konten.
Contoh Moodboard untuk Bisnis UMKM
Misalnya kamu memiliki bisnis makanan dengan konsep modern dan minimalis.
Moodboard Pinterest bisa berisi:
- Foto produk makanan
- Inspirasi packaging
- Logo minimalis
- Palet warna
- Desain menu
- Foto produk
- Referensi feed Instagram
- Desain kartu ucapan
Dari kumpulan tersebut, kamu bisa mendapatkan gambaran bagaimana tampilan brand sebelum mulai membuat desain.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Moodboard
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari.
Terlalu Banyak Tema
Kalau semua inspirasi dimasukkan, moodboard justru menjadi membingungkan.
Hanya Mengikuti Tren
Tren memang menarik, tetapi belum tentu cocok dengan brand atau proyekmu.
Tidak Menentukan Tujuan
Moodboard sebaiknya dibuat berdasarkan tujuan yang jelas, bukan hanya karena ingin mengumpulkan gambar aesthetic.
Tidak Konsisten
Jika warna, font, dan gaya visual terlalu berbeda, konsep yang ingin dibangun akan sulit terlihat.
Penulis: Fasya – SMKN 9 Bungo




Leave a Reply