Gubuku- Cara Mendapatkan Pelanggan dari Pinterest
Punya bisnis tapi masih bingung cari pelanggan baru? Jangan cuma mengandalkan Instagram atau TikTok. Pinterest juga bisa jadi tempat menarik untuk menemukan calon pelanggan.
Pinterest bukan sekadar tempat mencari inspirasi foto, outfit, resep, atau desain. Platform ini juga bisa dimanfaatkan sebagai strategi marketing untuk UMKM.
Menariknya, pengguna Pinterest biasanya datang karena sedang mencari ide atau solusi. Artinya, kalau konten bisnis kamu muncul di waktu yang tepat, peluang mereka untuk mengunjungi produk atau toko kamu bisa lebih besar.
Lalu, bagaimana cara mendapatkan pelanggan dari Pinterest? Yuk, simak caranya!
1. Buat Akun Pinterest untuk Bisnis
Langkah pertama adalah menggunakan akun yang terlihat profesional.
Gunakan nama brand, foto profil atau logo yang jelas, serta deskripsi singkat tentang bisnis kamu. Jangan lupa masukkan link menuju website, toko online, atau halaman produk jika tersedia.
Tujuannya simpel: ketika orang menemukan profil kamu, mereka langsung tahu kamu jual apa dan harus ke mana untuk melihat produknya.
2. Buat Pin yang Menarik
Pinterest sangat mengandalkan konten visual. Jadi, tampilan Pin harus dibuat semenarik mungkin.
Kamu bisa membuat Pin berupa:
- Foto produk
- Tips dan tutorial
- Infografis
- Inspirasi penggunaan produk
- Before-after
- Ide dekorasi
- Tutorial penggunaan produk
- Konten edukasi
Misalnya kamu menjual skincare. Jangan hanya membuat Pin dengan tulisan “Jual Skincare”.
Coba buat konten seperti “5 Tips Memilih Skincare untuk Pemula”, lalu arahkan pengguna ke halaman produk atau toko kamu.
Dengan cara ini, konten terasa lebih membantu dan tidak terlalu hard selling.
3. Gunakan Keyword yang Dicari Pengguna
Salah satu bagian penting dari Pinterest marketing adalah keyword.
Pinterest bisa digunakan seperti mesin pencari visual. Karena itu, gunakan kata kunci yang relevan di judul Pin, deskripsi, nama board, dan profil.
Contohnya, kalau kamu menjual produk makanan:
Kurang optimal:
“Produk Baru Kami!”
Lebih SEO-friendly:
“Ide Hampers Lebaran untuk Keluarga dan Teman”
Orang yang sedang mencari ide hampers berpotensi menemukan konten kamu.
4. Buat Judul Pin yang Bikin Penasaran
Judul adalah salah satu hal pertama yang dilihat pengguna.
Gunakan judul yang jelas, singkat, dan punya manfaat.
Contohnya:
- 7 Ide Outfit Casual untuk Kuliah
- 5 Ide Konten Instagram untuk UMKM
- Cara Membuat Kemasan Produk Lebih Menarik
- Inspirasi Hampers untuk Teman
- Tips Foto Produk dengan HP
Hindari judul yang terlalu umum atau hanya berisi nama produk.
Ingat: jangan cuma menjual produk, tetapi berikan alasan kenapa orang perlu melihat konten kamu.
5. Arahkan Pin ke Halaman Produk
Ini bagian yang sering dilupakan.
Kalau tujuan kamu adalah mendapatkan pelanggan, jangan berhenti di mendapatkan views.
Tambahkan link yang relevan pada Pin agar pengguna bisa lanjut melihat produk, katalog, website, atau toko online kamu.
Alurnya bisa seperti ini:
Pinterest → Pin → Halaman Produk → Checkout
Semakin mudah perjalanan pengguna, semakin kecil kemungkinan mereka bingung harus melakukan apa setelah melihat konten.
6. Buat Board Sesuai Kategori
Board membantu kamu mengelompokkan konten agar lebih rapi.
Misalnya kamu punya bisnis fashion, kamu bisa membuat:
- Inspirasi Outfit Wanita
- Outfit Casual
- Outfit untuk Kuliah
- Fashion Tips
- Inspirasi OOTD
- Koleksi Produk
Board juga bisa menggunakan keyword yang relevan dengan niche bisnis kamu.
7. Jangan Terlalu Hard Selling
Kalau setiap Pin isinya “Beli Sekarang!”, pengguna bisa merasa sedang melihat iklan terus-menerus.
Coba gunakan pendekatan soft selling.
Contohnya, daripada:
“Beli tas kami sekarang!”
Buat konten:
“5 Cara Memilih Tas yang Cocok untuk Kuliah”
Setelah memberikan tips, kamu bisa memperkenalkan produk sebagai salah satu solusi.
Cara seperti ini terasa lebih natural dan bisa membangun kepercayaan.
8. Konsisten Upload Konten
Tidak perlu langsung membuat puluhan Pin setiap hari.
Yang penting adalah konsisten.
Buat jadwal upload yang realistis. Misalnya beberapa Pin setiap minggu.
Kamu juga bisa mengubah satu konten menjadi beberapa versi.
Contohnya satu artikel blog bisa diubah menjadi:
- Pin tips
- Pin infografis
- Pin checklist
- Pin tutorial
- Pin quote
Jadi, satu ide konten bisa menghasilkan banyak materi.
9. Gunakan Foto Produk yang Berkualitas
Visual yang bagus bisa membuat orang berhenti scrolling.
Gunakan foto dengan pencahayaan yang cukup, background yang rapi, dan komposisi yang menarik.
Kalau belum punya kamera profesional, HP juga sudah cukup untuk mulai.
Tambahkan teks singkat pada gambar agar pengguna langsung memahami isi Pin.
10. Analisis Pin yang Paling Banyak Mendatangkan Pengunjung
Jangan hanya melihat jumlah views.
Perhatikan juga konten mana yang mendapatkan klik dan menghasilkan kunjungan ke halaman produk.
Dari data tersebut, kamu bisa mengetahui jenis konten yang paling disukai audiens.
Misalnya ternyata Pin dengan tema “Ide Outfit untuk Kuliah” mendapatkan banyak klik. Berarti kamu bisa membuat lebih banyak konten dengan topik serupa.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Saat menggunakan Pinterest untuk bisnis, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Mengupload gambar tanpa judul yang jelas.
- Tidak menggunakan keyword.
- Tidak mencantumkan link.
- Semua konten hanya berisi promosi.
- Menggunakan gambar berkualitas rendah.
- Tidak konsisten membuat Pin.
- Tidak mengevaluasi performa konten.
Kesalahan kecil seperti ini bisa membuat usaha promosi kamu kurang maksimal.
Apakah Pinterest Cocok untuk UMKM?
Jawabannya: bisa banget.
Pinterest cocok terutama untuk bisnis yang produknya mudah ditampilkan secara visual, seperti fashion, makanan, dekorasi, kecantikan, kerajinan, desain, wedding, dan berbagai produk lifestyle.
Namun, jangan berharap langsung mendapatkan banyak pelanggan hanya dari satu atau dua Pin.
Pinterest membutuhkan proses. Fokus pada konten yang bermanfaat, keyword yang tepat, visual menarik, dan link yang jelas.
penulis : Ghiyas – SMKN 9 Bungo




Leave a Reply