Gubuku- Cara Menghasilkan Traffic Website dari Pinterest
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi foto, outfit, resep, atau desain. Buat kamu yang punya website, blog, toko online, atau bisnis, Pinterest juga bisa menjadi sumber traffic gratis yang cukup potensial.
Menariknya, Pinterest punya sistem pencarian sendiri. Artinya, konten yang kamu upload tidak hanya dilihat hari ini, tetapi masih bisa ditemukan orang beberapa minggu bahkan bulan setelah diposting.
Apa Itu Traffic Website dari Pinterest?
Traffic website dari Pinterest adalah kunjungan yang berasal dari pengguna Pinterest ke website kamu.
Caranya cukup simpel. Kamu membuat konten visual atau Pin, lalu menghubungkannya dengan halaman tertentu di website. Ketika seseorang tertarik dengan Pin tersebut dan mengkliknya, mereka akan diarahkan ke website kamu.
Contohnya, kamu punya artikel berjudul “10 Ide Bisnis Modal Kecil untuk Gen Z”. Kamu bisa membuat beberapa Pin menarik yang mengarah langsung ke artikel tersebut.
Semakin banyak orang menemukan dan mengklik Pin kamu, semakin besar peluang traffic website meningkat.
Kenapa Pinterest Bisa Mendatangkan Traffic?
Pinterest berbeda dari media sosial yang biasanya mengandalkan konten terbaru. Pinterest lebih mirip mesin pencari visual.
Orang datang ke Pinterest karena sedang mencari sesuatu, misalnya:
- Ide bisnis
- Inspirasi desain
- Resep makanan
- Fashion
- Dekorasi rumah
- Tutorial
- Tips marketing
- Produk tertentu
Kalau konten kamu sesuai dengan apa yang mereka cari, peluang mendapatkan klik ke website jadi lebih besar.
Cara Menghasilkan Traffic Website dari Pinterest
1. Buat Akun Pinterest Bisnis
Langkah pertama adalah menggunakan akun Pinterest yang sesuai dengan tujuan bisnis atau website kamu.
Dengan akun bisnis, kamu bisa mendapatkan fitur analitik untuk melihat performa konten, termasuk jumlah tayangan dan interaksi.
Pastikan profil kamu juga terlihat profesional. Gunakan nama brand yang mudah diingat dan tulis deskripsi yang menjelaskan isi akun.
2. Tentukan Target Audiens
Sebelum membuat Pin, tentukan siapa yang ingin kamu tarik ke website.
Misalnya target kamu adalah Gen Z yang tertarik dengan bisnis, maka konten bisa dibuat seputar:
- Ide bisnis
- Tips jualan online
- Cara mendapatkan pelanggan
- Social media marketing
- Tips UMKM
- Bisnis modal kecil
Dengan target yang jelas, kamu akan lebih mudah menentukan topik dan keyword.
3. Gunakan Keyword yang Relevan
Ini bagian yang penting banget.
Pinterest bekerja seperti mesin pencari, sehingga keyword Pinterest perlu diperhatikan.
Misalnya kamu membuat artikel tentang bisnis online. Beberapa keyword yang bisa digunakan:
“cara memulai bisnis online”, “ide bisnis online”, “bisnis online untuk pemula”, dan “tips jualan online”.
Masukkan keyword secara natural ke:
- Judul Pin
- Deskripsi Pin
- Nama Board
- Deskripsi Board
- Judul artikel website
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Buat tetap natural dan nyaman dibaca.
4. Buat Pin yang Menarik
Pinterest adalah platform visual. Jadi, tampilan Pin sangat berpengaruh terhadap kemungkinan orang melakukan klik.
Gunakan desain yang:
- Mudah dibaca
- Tidak terlalu ramai
- Memiliki judul yang jelas
- Menggunakan gambar yang relevan
- Memiliki CTA atau ajakan klik
Contohnya, daripada membuat judul:
“Tips Bisnis”
lebih menarik jika dibuat:
“7 Tips Bisnis Online untuk Pemula yang Wajib Dicoba”
Judul yang spesifik membuat orang lebih penasaran.
5. Hubungkan Pin ke Website
Jangan sampai sudah membuat Pin keren tetapi tidak ada tujuan link-nya.
Setiap Pin sebaiknya diarahkan ke halaman website yang relevan.
Misalnya:
Pin: “5 Cara Mendapatkan Pelanggan Pertama”
→ Link: Artikel tentang cara mendapatkan pelanggan pertama.
Jangan mengarahkan semua Pin ke halaman utama website. Lebih baik arahkan pengguna langsung ke konten yang sesuai dengan informasi pada Pin.
6. Buat Konten yang Menjawab Masalah
Konten yang membantu biasanya lebih berpotensi mendapatkan klik.
Coba cari tahu pertanyaan yang sering dicari target audiens kamu.
Misalnya:
- Bagaimana cara memulai bisnis?
- Bagaimana cara jualan di marketplace?
- Bagaimana cara membuat konten?
- Bagaimana cara meningkatkan penjualan?
Kemudian buat artikel yang memberikan jawaban lengkap.
Setelah itu, buat beberapa Pin yang mengarah ke artikel tersebut.
7. Buat Banyak Pin dari Satu Artikel
Satu artikel tidak harus hanya memiliki satu Pin.
Kamu bisa membuat beberapa desain dengan angle yang berbeda.
Contohnya satu artikel berjudul “Cara Menghasilkan Uang dari Internet” bisa dibuat menjadi beberapa Pin:
- 7 Cara Menghasilkan Uang dari Internet
- Cara Mendapatkan Penghasilan Online
- Ide Kerja Online untuk Pemula
- Cara Menghasilkan Uang dari Rumah
- Peluang Bisnis Online untuk Gen Z
Semua Pin bisa mengarah ke artikel yang sama selama desain dan angle-nya berbeda serta tetap relevan.
8. Buat Board Berdasarkan Topik
Board membantu mengelompokkan konten agar lebih rapi.
Contohnya jika kamu memiliki website tentang bisnis, kamu bisa membuat:
- Ide Bisnis
- Tips UMKM
- Digital Marketing
- Bisnis Online
- Social Media Marketing
- Tips Jualan
- Branding Bisnis
Gunakan nama Board yang jelas dan mengandung keyword yang relevan.
9. Konsisten Upload
Jangan berharap mendapatkan traffic besar hanya dari beberapa Pin.
Pinterest membutuhkan waktu untuk menemukan, mengindeks, dan mendistribusikan konten.
Karena itu, lebih baik upload secara konsisten daripada membuat banyak Pin sekaligus lalu berhenti.
Yang penting bukan hanya jumlahnya, tetapi juga kualitas dan relevansi kontennya.
10. Cek Analytics Pinterest
Jangan cuma upload lalu ditinggal.
Gunakan Pinterest Analytics untuk melihat konten mana yang performanya bagus.
Perhatikan:
- Impressions
- Saves
- Outbound clicks
- Engagement
- Pin yang paling banyak mendapatkan perhatian
Kalau ada Pin yang menghasilkan banyak klik, kamu bisa membuat konten serupa dengan sudut pandang berbeda.
Tips SEO Pinterest agar Traffic Makin Besar
Kalau ingin mendapatkan traffic website dari Pinterest, jangan hanya fokus pada desain.
Gabungkan SEO Pinterest + konten berkualitas + desain menarik.
Beberapa tips yang bisa dicoba:
Gunakan keyword yang dicari audiens. Jangan asal memasukkan kata kunci. Pilih keyword yang benar-benar berhubungan dengan konten.
Buat judul yang bikin penasaran. Judul harus jelas dan memberikan alasan bagi pengguna untuk mengklik.
Gunakan gambar vertikal. Format visual yang sesuai dengan karakter Pinterest biasanya lebih nyaman dilihat di perangkat mobile.
Tambahkan CTA. Contohnya “Baca selengkapnya”, “Lihat caranya”, atau “Cek tips lengkapnya”.
Pastikan website mobile-friendly. Banyak pengguna mengakses konten melalui smartphone. Jangan sampai mereka keluar karena website lambat atau sulit digunakan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan Pinterest untuk mendatangkan traffic.
Pertama, membuat desain yang terlalu ramai sehingga tulisan sulit dibaca.
Kedua, menggunakan keyword yang tidak relevan hanya demi mendapatkan jangkauan.
Ketiga, mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak sesuai dengan isi Pin.
Keempat, hanya fokus pada jumlah tayangan tanpa melihat jumlah klik ke website.
Ingat, kalau tujuan utama kamu adalah traffic website, outbound click menjadi salah satu metrik yang penting untuk diperhatikan.
Apakah Pinterest Cocok untuk Website Baru?
Yes, Pinterest tetap bisa dicoba meskipun website kamu masih baru.
Namun, jangan menganggap Pinterest sebagai cara instan untuk mendapatkan ribuan pengunjung dalam semalam.
Kuncinya adalah konsisten membuat konten yang relevan, memahami keyword, membuat desain menarik, dan terus mengevaluasi performa.
Semakin banyak konten berkualitas yang kamu punya, semakin banyak peluang website kamu ditemukan oleh pengguna Pinterest.
Penulis: Fasya – SMKN 9 Bungo




Leave a Reply