Cara Menghubungkan Pinterest dengan Website

Cara Menghubungkan Pinterest dengan Website

Cara Menghubungkan Pinterest dengan Website

Gubuku- Cara Menghubungkan Pinterest dengan Website

Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi foto, desain, atau ide konten. Buat kamu yang punya website, Pinterest juga bisa menjadi salah satu sumber traffic yang menarik. Dengan menghubungkan Pinterest dengan website, pengunjung bisa lebih mudah menemukan konten atau produk yang kamu tawarkan.

Kabar baiknya, cara menghubungkan Pinterest dengan website cukup simpel. Bahkan, pemula pun bisa melakukannya tanpa harus jago coding.

Apa Itu Menghubungkan Pinterest dengan Website?

Menghubungkan Pinterest dengan website berarti mengaitkan akun Pinterest dengan situs yang kamu kelola. Setelah website terhubung, Pinterest dapat mengenali bahwa website tersebut adalah milik atau dikelola oleh kamu.

Hal ini berguna terutama jika kamu ingin menggunakan Pinterest untuk promosi website, bisnis online, blog, toko online, atau brand pribadi.

Selain itu, website yang sudah diklaim di Pinterest bisa memberikan akses ke beberapa fitur tambahan untuk melihat performa konten yang berasal dari website.

Kenapa Website Perlu Dihubungkan dengan Pinterest?

Kalau kamu punya website dan aktif menggunakan Pinterest, menghubungkan keduanya punya beberapa keuntungan.

1. Membantu Meningkatkan Traffic

Pinterest bisa menjadi sumber pengunjung tambahan untuk website. Kamu dapat membuat Pin yang menarik lalu mengarahkannya ke artikel, halaman produk, atau halaman tertentu di website.

Semakin menarik kontennya, semakin besar peluang orang mengklik dan mengunjungi website kamu.

2. Membantu Branding

Nama brand yang konsisten di Pinterest dan website membuat bisnis terlihat lebih profesional.

Kamu bisa menggunakan logo, warna, gaya desain, dan nama brand yang sama agar orang lebih mudah mengenali bisnis kamu.

3. Mempermudah Promosi Konten

Punya artikel blog baru? Produk baru? Atau landing page baru?

Kamu bisa membuat Pin yang mengarah langsung ke halaman tersebut. Jadi, Pinterest tidak hanya menjadi tempat menyimpan gambar, tetapi juga menjadi saluran promosi.

4. Bisa Melihat Performa Konten

Dengan website yang sudah diklaim, kamu bisa mendapatkan informasi terkait aktivitas konten dari website di Pinterest.

Data ini bisa membantu kamu mengetahui jenis konten seperti apa yang menarik perhatian audiens.

Cara Menghubungkan Pinterest dengan Website

Berikut langkah sederhana yang bisa kamu ikuti.

Langkah 1: Login ke Akun Pinterest

Pertama, masuk ke akun Pinterest yang ingin kamu gunakan untuk bisnis atau promosi website.

Jika kamu serius menggunakan Pinterest untuk bisnis, sebaiknya gunakan akun yang memang dikelola untuk brand atau bisnis kamu.

Langkah 2: Buka Pengaturan Pinterest

Setelah masuk, buka bagian Settings atau Pengaturan pada akun Pinterest.

Cari bagian yang berkaitan dengan Claimed Accounts atau klaim akun.

Nama menu dapat berubah mengikuti pembaruan tampilan Pinterest, jadi jangan panik jika posisi menunya sedikit berbeda.

Langkah 3: Masukkan Alamat Website

Pada bagian klaim website, masukkan alamat website yang ingin kamu hubungkan dengan Pinterest.

Pastikan alamat website yang dimasukkan benar dan kamu memang memiliki akses untuk mengelolanya.

Baca Juga :  Pinterest untuk Freelancer

Langkah 4: Pilih Metode Verifikasi

Pinterest biasanya menyediakan metode untuk memverifikasi kepemilikan website.

Salah satu cara yang umum digunakan adalah menambahkan HTML tag ke bagian <head> website.

Jika kamu menggunakan platform seperti WordPress, prosesnya bisa dilakukan melalui pengaturan atau plugin yang mendukung penambahan kode pada bagian header.

Langkah 5: Verifikasi Website

Setelah kode atau metode verifikasi diterapkan, kembali ke Pinterest dan lakukan proses verifikasi.

Pinterest kemudian akan mengecek apakah website tersebut sudah terhubung dengan benar.

Jika berhasil, website kamu akan muncul sebagai website yang sudah diklaim pada akun Pinterest.

Cara Menghubungkan Pinterest ke Website WordPress

Buat kamu yang menggunakan WordPress, prosesnya bisa lebih mudah.

Pertama, login ke dashboard WordPress. Setelah itu, cari cara untuk menambahkan kode verifikasi Pinterest ke bagian <head> website.

Kamu bisa menggunakan plugin SEO atau plugin khusus untuk menambahkan kode header, tergantung konfigurasi website.

Setelah kode Pinterest dipasang, kembali ke Pinterest dan klik tombol verifikasi.

Tips: Jangan asal memasukkan kode ke bagian website. Pastikan kode ditempatkan sesuai instruksi Pinterest agar proses verifikasi tidak gagal.

Cara Menambahkan Pinterest ke Website

Selain menghubungkan website ke Pinterest, kamu juga bisa menampilkan Pinterest di website.

Misalnya, kamu ingin menambahkan tombol Pinterest agar pengunjung bisa mengikuti akun Pinterest kamu.

Kamu juga bisa membuat tombol Save/Pin pada gambar tertentu sehingga pengunjung dapat menyimpan gambar dari website ke Pinterest.

Fitur seperti ini bisa membantu konten website mendapatkan jangkauan tambahan.

Tips Agar Pinterest Bisa Mendatangkan Traffic

Menghubungkan Pinterest dengan website saja belum cukup. Kamu juga perlu membuat konten yang menarik.

Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Buat desain Pin yang enak dilihat.
  • Gunakan judul yang jelas dan menarik.
  • Masukkan keyword yang relevan.
  • Arahkan Pin ke halaman website yang sesuai.
  • Gunakan gambar berkualitas tinggi.
  • Buat konten yang memberikan solusi.
  • Konsisten membuat dan mengunggah Pin.
  • Hindari judul atau gambar yang tidak sesuai dengan isi halaman.

Untuk UMKM, kamu bisa mengarahkan Pin ke halaman produk, katalog, artikel blog, atau landing page bisnis.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari saat menggunakan Pinterest untuk website.

Pertama, hanya fokus pada jumlah Pin. Banyak Pin tidak otomatis berarti banyak traffic. Kualitas dan relevansi konten tetap penting.

Kedua, tidak menggunakan keyword. Pinterest bekerja seperti mesin pencarian visual. Karena itu, gunakan keyword yang sesuai pada judul dan deskripsi Pin.

Ketiga, mengarahkan semua Pin ke halaman yang sama. Cobalah membuat variasi konten dan mengarahkan pengguna ke halaman yang benar-benar relevan.

Keempat, mengabaikan tampilan mobile. Banyak orang mengakses konten melalui smartphone. Pastikan website kamu nyaman dibuka dari HP.

Penulis: Fasya – SMKN 9 Bungo