Gubuku – Pernah enggak sih merasa uang tabungan segitu-gitu saja, padahal merasa enggak pernah beli barang mewah? Uang gajian atau uang saku rasanya cuma “numpang lewat” di rekening. Nah, bisa jadi kamu kena jebakan silent spendings alias pengeluaran siluman!
Bukan cuma belanja outfit mahal yang bikin dompet menipis, hal-hal kecil yang sering diabaikan justru bisa bikin keuangan gembos dalam jangka panjang. Biar kamu makin financially literate dan enggak buntung di masa depan, yuk kenali 5 jenis pengeluaran yang diam-diam ngabisin duitmu!
1. Jajan Kopi dan Boba Saban Hari (Latte Factor)
Nongkrong di coffee shop memang asyik buat nugas atau sekadar healing. Tapi coba deh hitung: kalau sehari kamu menghabiskan Rp30.000 buat es kopi kekinian, dalam sebulan kamu sudah membakar Rp900.000! Ini yang sering disebut latte factor—pengeluaran kecil harian yang kelihatan sepele, tapi kalau dikumpul bisa buat beli aset produktif.
Tips: Bukan berarti kamu enggak boleh ngopi, tapi batasi frequency-nya. Buat alokasi khusus, misalnya seminggu sekali sebagai reward.
2. Biaya Langganan Digital yang Lupa Di-Cancel
Streaming musik, platform film, aplikasi edit foto, sampai game pass. Banyak dari kita yang tergiur promo free trial bulan pertama, tapi lupa untuk membatalkan langganannya. Alhasil, saldo terpotong otomatis setiap bulan untuk layanan yang bahkan jarang kamu pakai.
-
Cek berkala aplikasi subscription di HP-mu.
-
Unsubscribe layanan yang enggak terpakai dalam 30 hari terakhir.
3. Biaya Admin dan Transfer Antarbank
“Ah, cuma 2.500 sampai 6.500 rupiah ini.” Eits, jangan salah! Kalau dalam sehari kamu melakukan beberapa kali transaksi transfer beda bank atau tarik tunai di ATM beda armada, nominalnya lumayan banget. Dalam setahun, biaya admin yang kamu keluarkan bisa sampai ratusan ribu rupiah.
Gunakan aplikasi dompet digital atau layanan perbankan bebas biaya admin untuk menghemat pengeluaran kecil ini.
4. FOMO Lifestyle & Terjebak Diskonan
Beli barang cuma karena lagi viral di TikTok? Atau borong skincare cuma karena dapat promo flash sale, padahal stok di kamar masih ada? Ini namanya pengeluaran berkedok “hemat”. Membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan—sekalipun harganya murah—tetaplah sebuah pemborosan.
5. Lifestyle Creep (Gaya Hidup Naik Kelas)
Saat uang saku atau penghasilanmu naik, standar gaya hidupmu biasanya ikut naik secara tidak sadar. Dulu cukup makan di kantin, sekarang harus di kafe. Dulu pakai transportasi umum, sekarang selalu naik ojol eksklusif. Kalau kenaikan pendapatanmu selalu diimbangi dengan kenaikan gaya hidup, sampai kapan pun kamu enggak akan pernah punya tabungan yang cukup.
penulis shiren dari SMKN6 Bungo.

Leave a Reply