Home » Cara Membuat Target Kekayaan yang Realistis

Cara Membuat Target Kekayaan yang Realistis

Gubuku – pernah nggak sih kamu lagi scrolling TikTok terus lewat FYP orang umur 20 tahun udah punya tabungan ratusan juta, rumah mewah, plus mobil sport? Rasanya langsung pengen krisis eksistensial, kan? Eits, tenang dulu. Jangan langsung overthinking atau ngerasa ketinggalan (FOMO).

Punya impian finansial yang tinggi itu bagus banget, tapi kalau nggak realistis, yang ada kamu malah bikin diri sendiri burnout atau malah kejebak investasi bodong. Nah, biar financial goals kamu bukan sekadar wacana, yuk simak cara menyusun target kekayaan yang pas dan realistis buat anak muda!

1. Pahami Dulu “Posisi Start” Kamu

Langkah pertama yang paling penting: jujur sama kondisi keuangan saat ini. Nggak perlu gengsi! Coba cek lagi:

  • Berapa pemasukan bersih kamu sebulan?

  • Berapa pengeluaran wajib (makan, kost, kuota, dll)?

  • Apakah masih ada utang atau cicilan?

Mengetahui kondisi real kamu sekarang bakal ngebantu menentukan langkah awal yang masuk akal, tanpa harus menyiksa diri sendiri.

2. Gunakan Formula SMART Goals

Biar target kamu nggak sebatas “Aku mau kaya raya”, coba ubah pakai metode SMART:

  • Specific (Jelas): Tentukan angkanya. Contoh: “Mau punya tabungan Rp20 juta”.

  • Measurable (Terukur): Bisa dihitung. Berarti kamu harus nabung sekitar Rp1,6 juta/bulan selama setahun.

  • Achievable (Bisa Dicapai): Masuk akal nggak sama gaji/pemasukan kamu sekarang?

  • Relevant (Sesuai Kebutuhan): Target ini beneran buat masa depan kamu, atau cuma ikut-ikutan tren di sosmed?

  • Time-bound (Tenggat Waktu): Kapan target ini harus tercapai? (Misal: 12 bulan dari sekarang).

Baca Juga :  Membangun Kekayaan dengan Konsisten

3. Pakai Aturan Post Keuangan (Misal: 50/30/20)

Biar gaji atau uang saku nggak cuma “numpang lewat”, bagi keuanganmu ke dalam beberapa kantong:

  • 50% Kebutuhan Pokok: Makan, transportasi, tagihan harian.

  • 30% Keinginan (Wants): Nongkrong, nonton konsert, skincare, atau hobi.

  • 20% Masa Depan: Tabungan, dana darurat, dan investasi.

Kalau 20% dirasa keberatan di awal, mulai aja dari 5% atau 10%. Yang penting konsisten, bukan nominal besarnya dulu!

4. Fokus Bangun Dana Darurat Dulu

Sebelum mikirin investasi saham yang high risk atau bikin bisnis besar, pastikan kamu udah punya Dana Darurat. Ini adalah “jaring pengaman” kalau tiba-tiba ada kejadian tak terduga (misal HP rusak, sakit, atau kehilangan pekerjaan).

Target dana darurat yang ideal buat pemula/single adalah minimal 3 kali pengeluaran bulanan.

5. Naikkan Income, Jangan Cuma Hemat

Ngehemat itu ada batasnya, tapi nambah pemasukan itu batasnya luas banget. Kalau target kekayaan kamu berasa berat kalau cuma ngandelin gaji pokok, coba cari side hustle (kerjaan sampingan) sesuai keahlian kamu. Bisa jadi freelancer, jualan online, atau ikutan program affiliate.

penulis : diah smkn 8 bungo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *