Gubuku – Suka bingung enggak sih melihat orang-orang di media sosial yang kelihatannya flexing gaya hidup mewah, tapi ternyata tabungannya nol besar? Atau jangan-jangan, kamu sendiri merasa uang saku atau penghasilanmu selalu numpang lewat begitu saja?
Mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya itu penting banget biar kamu enggak terjebak fake rich alias pura-pura kaya. Menghitung kekayaan bersih (net worth) sebenarnya simpel dan enggak butuh rumus matematika yang bikin pusing. Yuk, simak cara hitung kekayaanmu secara jujur tanpa membodohi diri sendiri!
1. Kumpulkan Semua Aset yang Kamu Miliki
Aset adalah semua hal bernilai ekonomis yang kamu punya. Jangan cuma hitung uang tunai di dompet! Coba rekap beberapa hal ini:
-
Uang Tunai & Tabungan: Saldo di rekening bank, dompet digital (e-wallet), dan uang cash.
-
Investasi: Nilai portofolio saham, reksa dana, kripto, atau emas yang kamu miliki saat ini.
-
Barang Berharga: Barang-barang yang punya nilai jual kembali yang jelas, seperti laptop, HP, atau kendaraan.
Catatan penting: Jangan memasukkan barang-barang hobi yang nilainya cepat turun atau susah dijual kembali sebagai aset utama.
2. Catat Semua Utang Tanpa Ada yang Disembunyikan
Ini dia bagian yang sering bikin orang “membodohi diri sendiri”. Banyak orang merasa kaya karena punya barang bagus, padahal barang itu dibeli dari utang. Catat semua kewajibanmu:
-
Pinjaman Online (Pinjol) & Paylater: Tagihan belanjaan yang belum dibayar.
-
Utang ke Teman/Keluarga: Sekecil apa pun nominalnya, tetaplah utang.
-
Cicilan Barang: Sisa cicilan gadget, kendaraan, atau barang lainnya.
3. Gunakan Rumus Sederhana Ini
Setelah punya dua daftar di atas, gunakan rumus dasar ini:
Kekayaan Bersih (Net Worth) = Total Aset – Total Utang
-
Hasil Positif: Asetmu lebih besar dari utang. Ini tanda keuanganmu sehat!
-
Hasil Negatif: Utangmu lebih besar dari aset. Ini alarm keras bahwa kamu harus segera membenahi gaya hidup dan fokus melunasi utang.
Tips Biar Engggak Terjebak Halusinasi Finansial
-
Jujur pada Diri Sendiri: Jangan menaikkan harga barang bekasmu secara tidak realistis saat menghitung aset.
-
Evaluasi Berkala: Coba hitung kekayaan bersihmu setiap 3 atau 6 bulan sekali untuk melihat apakah keuanganmu berkembang atau malah jalan di tempat.
-
Fokus pada Growth, Bukan Style: Lebih baik punya tabungan dan investasi tebal daripada gaya terlihat mewah tapi dikejar-kejar tagihan paylater.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.




Leave a Reply