Kaya di Usia 30 Bukan Tentang Mengejar Orang Lain

Kaya di Usia 30 Bukan Tentang Mengejar Orang Lain

Kaya di Usia 30 Bukan Tentang Mengejar Orang Lain

Gubuku – Pernah gak sih kamu lagi scrolling TikTok atau Instagram, terus nemu konten anak umur 20-an yang udah punya mobil sport, rumah mewah, atau pamer saldo tabungan berlipat-lipat? Seketika itu juga, perasaan cemas langsung menyerang. Kamu mulai nanya ke diri sendiri: “Gua umur segini udah dapet apa, ya?”

Di era media sosial yang serba cepat ini, standar kesuksesan rasanya makin tinggi. Ada tekanan terselubung yang bikin Gen Z merasa harus udah “jadi orang” dan finansial melimpah begitu menginjak usia 30 tahun. Padahal, terjebak dalam perangkap membandingkan diri itu cuma bakal bikin lelah mental.

Standar Kaya Itu Milik Kamu, Bukan Netizen

Banyak dari kita salah mengartikan kata “kaya”. Selama ini, kaya sering kali didefinisikan secara visual: barang branded, liburan ke luar negeri tiap bulan, atau gaya hidup mewah. Padahal, definisi kaya yang sebenarnya sangat personal.

Baca Juga :  Cara Menjadi Perempuan yang Bebas Finansial

Kenapa Mengejar Orang Lain Itu Menjebak?

  1. Kamu Cuma Nonton Highlight Reel Mereka Apa yang tampil di media sosial hanyalah 1% dari kehidupan seseorang. Kamu gak pernah tahu utang di balik foto mewah itu, atau bantuan dari orang tua yang gak pernah mereka ceritakan. Membandingkan proses kamu yang masih di belakang layar dengan highlight reel orang lain adalah pertandingan yang gak adil.

  2. Garis Start Tiap Orang Berbeda Faktanya, kita semua mulai dari titik yang berbeda. Ada yang dapat privilege modal awal, ada yang harus mulai dari nol sambil menanggung beban ekonomi keluarga (sandwich generation). Memaksa kecepatan jalannya sama dengan orang lain cuma bakal bikin kamu frustrasi.

penulis : diah smkn 8 bungo