Gubuku – Pernah nggak sih kamu ngerasa capek banget padahal seharian cuma di rumah aja? Atau rasanya pikiran rame banget kayak timeline TikTok yang nggak berhenti scrolling? Di tengah gempuran deadline, ekspektasi orang lain, dan tren hustle culture yang bikin kewalahan, wajar banget kalau kamu merasa kehabisan energi.
Di masa sekarang, yang kita butuhkan sering kali bukan cuma liburan singkat atau jalan-jalan ke coffee shop hits, melainkan ketenangan hati. Ketenangan hati inilah yang menjadi “tempat pulang” sesungguhnya—sebuah ruang aman di mana kita bisa menjadi diri sendiri tanpa harus pura-pura kuat.
Tapi, kenapa ya ketenangan hati ini rasanya makin langka dan sangat dicari-cari? Yuk, bedah alasannya!
1. FOMO dan Tekanan Media Sosial Bikin Capek Mental
Media sosial emang seru buat cari hiburan, tapi tanpa sadar sering bikin kita terjebak dalam Fear of Missing Out (FOMO). Buka Instagram sebentar, liat pencapaian orang lain, lalu mulai membandingkan hidup sendiri. Tekanan untuk selalu terlihat sukses, keren, dan “jadi sesuatu” bikin pikiran kita nggak pernah benar-benar istirahat. Ketenangan hati hadir sebagai penawar rasa cemas ini, mengingatkan kalau jalan hidup tiap orang itu beda-beda.
2. Tubuh Butuh Recharge, Begitu Juga dengan Hati
Sama kayak baterai smartphone yang bakal drop kalau dipakai terus-terusan tanpa diisi ulang, kesehatan mental dan emosional kita juga punya batas. Ketenangan hati adalah proses charging terbaik. Saat hati merasa tenang, otak bisa berpikir lebih jernih, fisik terasa lebih segar, dan kita jadi nggak mudah tersulut emosi.
3. Lelah Menghadapi Exhausting Mindset dan Ekpektasi
Banyak dari kita yang tumbuh dengan standar yang diciptakan lingkungan: harus selalu produktif, harus cepat sukses, atau nggak boleh kelihatan lemah. Lama-kelamaan, berpura-pura baik-baik saja itu menguras energi. Memiliki ketenangan hati berarti kita memberikan izin pada diri sendiri untuk bilang, “Aku capek, dan itu nggak apa-apa.”
PENULIS : AQILAH – SMKN 1 MERANGIN
Leave a Reply