Gubuku – Liburan bukan cuma soal mencari tempat yang aesthetic untuk difoto atau mengisi feed Instagram. Sekarang, semakin banyak traveler yang mulai memikirkan dampak perjalanan terhadap lingkungan.
Salah satu konsep yang menarik untuk diterapkan adalah sustainable travel atau wisata berkelanjutan.
Sederhananya, sustainable travel adalah cara bepergian dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan, masyarakat lokal, dan ekonomi di destinasi yang dikunjungi.
Buat Gen Z yang suka eksplor tempat baru, konsep ini sebenarnya nggak sesulit yang dibayangkan. Kamu tetap bisa healing, kulineran, menikmati alam, dan mencari spot foto keren tanpa harus mengabaikan lingkungan.
Lalu, bagaimana cara menerapkan sustainable travel saat liburan?
Apa Itu Sustainable Travel?
Sustainable travel adalah kegiatan traveling yang berusaha mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Contohnya sederhana. Saat berlibur, kamu bisa memilih transportasi yang lebih efisien, membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga membeli produk dari UMKM lokal.
Jadi, sustainable travel bukan berarti kamu harus berhenti traveling atau selalu memilih perjalanan yang mahal.
Justru, konsep ini lebih tentang membuat pilihan yang lebih bijak selama perjalanan.
Kenapa Sustainable Travel Penting?
Industri pariwisata memberikan banyak manfaat bagi ekonomi dan masyarakat. Namun, aktivitas wisata juga dapat memberikan tekanan terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Jumlah wisatawan yang tinggi bisa meningkatkan penggunaan energi, menghasilkan lebih banyak sampah, dan memberikan tekanan terhadap destinasi alam.
Karena itu, kebiasaan kecil dari traveler bisa ikut membantu menjaga tempat wisata agar tetap nyaman dan bisa dinikmati dalam jangka panjang.
Buat Gen Z, sustainable travel juga bisa menjadi cara untuk menikmati pengalaman liburan dengan lebih mindful.
1. Pilih Transportasi yang Lebih Ramah Lingkungan
Transportasi menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat traveling.
Jika memungkinkan, pilih transportasi umum seperti kereta, bus, atau berjalan kaki ketika menjelajahi destinasi.
Selain membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, transportasi umum juga bisa membuat pengalaman traveling terasa lebih seru.
Kamu bisa melihat suasana kota dari sudut pandang yang berbeda dan menemukan tempat-tempat menarik yang mungkin terlewat kalau hanya naik kendaraan pribadi.
2. Bawa Barang Reusable
Ini salah satu cara sustainable travel yang paling gampang dilakukan.
Sebelum berangkat, siapkan barang yang bisa digunakan berkali-kali, seperti:
- Botol minum.
- Tote bag.
- Kotak makan.
- Alat makan pribadi.
- Sedotan reusable jika memang dibutuhkan.
Dengan membawa barang sendiri, kamu bisa mengurangi ketergantungan pada produk sekali pakai selama perjalanan.
Nggak perlu langsung menerapkan semuanya. Mulai dari satu kebiasaan kecil juga sudah cukup.
3. Jangan Buang Sampah Sembarangan
Tips ini terdengar basic, tetapi tetap penting.
Ketika mengunjungi pantai, gunung, air terjun, taman, atau destinasi alam lainnya, pastikan sampahmu tidak tertinggal.
Kalau tempat wisata menyediakan tempat sampah terpilah, manfaatkan sesuai kategorinya.
Dan kalau sedang berada di lokasi yang tidak memiliki tempat sampah, kamu bisa menyimpan sampahmu sementara sampai menemukan tempat pembuangan yang tepat.
Prinsipnya sederhana: bawa pulang kenangan, bukan sampah.
4. Pilih Penginapan yang Punya Praktik Ramah Lingkungan
Saat memilih hotel atau penginapan, kamu bisa memperhatikan apakah tempat tersebut menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan.
Misalnya, penginapan yang menyediakan program penghematan energi, mengurangi plastik sekali pakai, menggunakan kembali linen sesuai kebijakan tamu, atau melakukan pengelolaan sampah.
Namun, jangan hanya terpaku pada label “eco” atau “green”.
Coba lihat informasi mengenai praktik yang benar-benar dilakukan oleh penginapan tersebut.
5. Dukung UMKM dan Bisnis Lokal
Sustainable travel bukan cuma tentang lingkungan, tetapi juga tentang memberikan manfaat kepada masyarakat lokal.
Ketika traveling, kamu bisa membeli makanan dari warung lokal, berbelanja produk UMKM, atau menggunakan jasa pemandu lokal yang terpercaya.
Dengan begitu, sebagian pengeluaranmu bisa ikut mendukung ekonomi masyarakat di destinasi tersebut.
Bonusnya? Kamu juga bisa mendapatkan pengalaman yang lebih autentik.
Daripada membeli oleh-oleh yang bisa ditemukan di mana saja, mencari produk khas daerah bisa menjadi pilihan yang lebih memorable.
6. Hormati Alam dan Satwa
Kalau kamu mengunjungi destinasi alam, jangan hanya memikirkan konten.
Hormati aturan yang berlaku di lokasi tersebut.
Jangan mengambil tanaman, merusak lingkungan, memberi makan satwa sembarangan, atau mengganggu habitat hewan hanya demi mendapatkan foto.
Kalau ada aturan seperti larangan berenang di area tertentu atau larangan menyentuh satwa, ikuti aturan tersebut.
Foto bisa disimpan di galeri, tetapi alam yang rusak tidak selalu bisa kembali seperti semula.
7. Hindari Overtourism Jika Bisa
Pernah melihat destinasi wisata yang viral di TikTok lalu tiba-tiba semua orang ingin datang?
Fenomena seperti ini bisa membuat destinasi tertentu mengalami lonjakan wisatawan dalam waktu singkat.
Jika memungkinkan, kamu bisa memilih waktu kunjungan yang lebih sepi atau mengeksplorasi destinasi alternatif yang belum terlalu padat.
Selain membuat perjalanan lebih nyaman, cara ini juga membantu mengurangi tekanan terhadap destinasi yang terlalu ramai.
8. Gunakan Air dan Energi Secukupnya
Ketika menginap di hotel, jangan lupa bahwa kamu sedang berada di tempat yang juga membutuhkan energi dan air untuk beroperasi.
Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu, AC, dan perangkat elektronik ketika tidak digunakan bisa membantu mengurangi konsumsi energi.
Gunakan air secukupnya saat mandi dan hindari mengganti handuk atau linen jika sebenarnya belum diperlukan sesuai kebijakan penginapan.
Kelihatannya kecil, tetapi kalau dilakukan banyak traveler, dampaknya bisa menjadi lebih berarti.
9. Jangan Terlalu Mengejar “Perfect Travel”
Kadang media sosial membuat kita merasa liburan harus selalu sempurna.
Harus mengunjungi banyak tempat.
Harus punya outfit berbeda setiap hari.
Harus mendapatkan foto terbaik.
Harus mengunjungi tempat yang sedang viral.
Padahal, sustainable travel juga bisa dimulai dengan traveling lebih mindful.
Daripada mengejar sebanyak mungkin destinasi, kamu bisa menikmati satu tempat dengan lebih santai.
Nikmati suasananya, kenali budaya lokal, coba makanan khas, dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Liburan bukan perlombaan untuk mengumpulkan lokasi.
10. Terapkan Konsep “Leave No Trace”
Kalau kamu sering melakukan aktivitas outdoor, konsep Leave No Trace sangat relevan.
Intinya, usahakan kondisi tempat yang kamu kunjungi tetap seperti sebelum kamu datang.
Jangan meninggalkan sampah, jangan merusak fasilitas atau alam, dan ikuti aturan yang berlaku.
Dengan prinsip ini, traveler bukan hanya datang untuk menikmati destinasi, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap kelestariannya.
Sustainable Travel Nggak Harus Mahal
Salah satu kesalahpahaman tentang sustainable travel adalah anggapan bahwa liburan ramah lingkungan pasti lebih mahal.
Padahal, banyak kebiasaan sustainable yang justru bisa menghemat pengeluaran.
Misalnya:
Membawa botol minum sendiri → mengurangi kebutuhan membeli minuman kemasan.
Menggunakan transportasi umum → bisa lebih hemat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau taksi untuk setiap perjalanan.
Membeli makanan lokal → sering kali lebih terjangkau sekaligus mendukung bisnis masyarakat setempat.
Berjalan kaki → gratis, sehat, dan bisa membuatmu menemukan tempat menarik di sekitar destinasi.
Jadi, sustainable travel tidak selalu membutuhkan budget ekstra.
Yang paling penting adalah kesadaran dalam memilih.
Sustainable Travel untuk Gen Z: Mulai dari Hal Kecil
Gen Z punya banyak pilihan untuk mencari informasi sebelum traveling. Media sosial, blog, video, dan komunitas bisa membantu traveler mengetahui kondisi sebuah destinasi sebelum berangkat.
Kamu bisa mulai dengan melakukan riset sederhana:
- Cari tahu aturan destinasi.
- Pilih transportasi yang sesuai.
- Bawa barang reusable.
- Pilih penginapan secara lebih bijak.
- Dukung bisnis lokal.
- Kurangi sampah.
- Hormati budaya dan lingkungan.
- Jangan merusak alam demi konten.
Tidak perlu langsung sempurna.
Sustainable travel bukan tentang menjadi traveler yang paling ramah lingkungan, tetapi tentang menjadi traveler yang lebih sadar terhadap dampak dari setiap pilihan.
FAQ Seputar Sustainable Travel
Apa arti sustainable travel?
Sustainable travel adalah cara bepergian dengan mempertimbangkan dampak perjalanan terhadap lingkungan, masyarakat lokal, budaya, dan ekonomi di destinasi.
Apakah sustainable travel harus mahal?
Tidak. Banyak kebiasaan sustainable yang sederhana dan bahkan bisa membantu menghemat biaya, seperti menggunakan transportasi umum, membawa botol minum, dan membeli produk lokal.
Bagaimana cara memulai sustainable travel?
Mulailah dari hal kecil. Kurangi sampah, gunakan barang reusable, hormati alam, ikuti aturan destinasi, dan dukung bisnis lokal.
Apakah sustainable travel cocok untuk Gen Z?
Tentu. Sustainable travel bisa diterapkan oleh siapa saja, termasuk Gen Z. Konsep ini cocok untuk traveler yang ingin tetap menikmati perjalanan sekaligus lebih peduli terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.
Kesimpulan
Sustainable travel bukan berarti kamu harus berhenti menikmati liburan. Justru, konsep ini mengajak kita untuk menikmati perjalanan dengan cara yang lebih bertanggung jawab.
Mulai dari membawa botol minum sendiri, menggunakan transportasi umum, mengurangi sampah, membeli produk lokal, sampai menghormati alam dan budaya setempat.
Kebiasaan kecil mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dilakukan oleh semakin banyak traveler, kebiasaan tersebut bisa memberikan dampak yang lebih besar.
Karena traveling yang keren bukan cuma tentang berapa banyak tempat yang berhasil kamu kunjungi, tetapi juga tentang bagaimana kamu meninggalkan tempat tersebut setelah pulang. 🌿✈️✨
penulis :dea – smkn 2 tebo



Leave a Reply