Gubuku- Cara Membuat Pinterest untuk Website
Kalau kamu punya website dan ingin mendatangkan lebih banyak pengunjung, Pinterest bisa jadi salah satu channel yang menarik untuk dicoba. Bukan cuma tempat mencari inspirasi, Pinterest juga bisa membantu konten website kamu ditemukan oleh orang yang sedang mencari ide atau informasi tertentu.
Kabar baiknya, cara membuat Pinterest untuk website cukup simpel, bahkan untuk pemula. Kamu tidak perlu jago desain atau punya followers banyak untuk mulai menggunakannya.
Apa Itu Pinterest?
Pinterest adalah platform visual yang memungkinkan pengguna mencari, menyimpan, dan membagikan berbagai ide dalam bentuk gambar atau video yang disebut Pin.
Berbeda dari media sosial yang biasanya fokus pada interaksi, Pinterest lebih mirip mesin pencari visual. Orang datang ke Pinterest untuk mencari inspirasi, tutorial, rekomendasi, produk, dan berbagai informasi lainnya.
Karena itu, Pinterest cukup potensial untuk website. Setiap Pin bisa diarahkan ke halaman tertentu di website sehingga pengguna dapat berkunjung dan membaca konten secara lengkap.
Kenapa Pinterest Penting untuk Website?
Menggunakan Pinterest untuk website punya beberapa manfaat, terutama bagi blogger, kreator konten, pemilik toko online, dan UMKM.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Membantu meningkatkan traffic website.
- Membuat konten lebih mudah ditemukan.
- Menjadi sumber pengunjung tambahan selain Google dan media sosial.
- Membantu memperkenalkan brand.
- Bisa digunakan untuk mempromosikan artikel, produk, atau landing page.
- Memudahkan konten lama mendapatkan pengunjung kembali.
Jadi, kalau selama ini kamu hanya mengandalkan Instagram, TikTok, atau Google, Pinterest bisa menjadi channel tambahan yang layak dicoba.
Cara Membuat Pinterest untuk Website
Berikut langkah sederhana yang bisa kamu ikuti.
1. Buat Akun Pinterest
Langkah pertama tentu saja membuat akun Pinterest.
Daftar menggunakan email atau akun yang tersedia. Kalau akun tersebut akan digunakan untuk bisnis atau website, sebaiknya gunakan nama yang sesuai dengan brand atau website kamu.
Misalnya, kalau website kamu membahas bisnis UMKM, gunakan nama brand yang mudah dikenali.
2. Gunakan Pinterest Business
Kalau tujuan utamanya adalah mengembangkan website atau bisnis, gunakan akun Pinterest Business.
Akun bisnis memberikan beberapa fitur yang lebih cocok untuk kebutuhan website dan pemasaran, termasuk akses ke analitik.
Dengan analitik, kamu bisa melihat bagaimana performa Pin dan mengetahui konten mana yang paling menarik perhatian pengguna.
3. Lengkapi Profil Pinterest
Jangan biarkan profil kosong.
Isi beberapa bagian penting seperti:
- Nama akun atau nama brand.
- Foto profil atau logo.
- Deskripsi singkat.
- Website.
- Topik atau niche yang sesuai.
Gunakan deskripsi yang menjelaskan secara jelas tentang isi website kamu.
Contohnya:
“Tips bisnis, marketing, dan strategi UMKM untuk pemula yang ingin mengembangkan bisnis secara online.”
Deskripsi sederhana seperti ini membantu orang memahami akun kamu sejak pertama kali berkunjung.
4. Hubungkan Website ke Pinterest
Setelah membuat akun, langkah berikutnya adalah menghubungkan website ke Pinterest.
Biasanya proses ini dilakukan melalui pengaturan profil bisnis Pinterest. Kamu perlu memasukkan alamat website dan melakukan proses verifikasi sesuai metode yang tersedia.
Setelah website berhasil diklaim, Pinterest dapat menghubungkan aktivitas Pin dengan website kamu.
Catatan: Tampilan dan nama menu Pinterest dapat berubah mengikuti pembaruan platform, jadi posisi pengaturan bisa sedikit berbeda.
5. Buat Board yang Sesuai dengan Niche
Board adalah tempat untuk mengelompokkan Pin berdasarkan topik.
Misalnya website kamu membahas bisnis dan UMKM, kamu bisa membuat Board seperti:
- Tips Bisnis UMKM
- Strategi Marketing
- Ide Bisnis
- Bisnis Online
- Social Media Marketing
- Tips Jualan Online
Jangan membuat Board secara asal. Pastikan setiap Board masih berhubungan dengan niche website kamu.
6. Buat Pin yang Menarik
Ini bagian yang cukup penting.
Pinterest sangat mengandalkan visual. Jadi, buat gambar Pin yang menarik dan mudah dipahami.
Kamu bisa menggunakan desain dengan:
- Judul yang jelas.
- Gambar yang relevan.
- Font yang mudah dibaca.
- Branding sederhana.
- Ukuran vertikal yang nyaman dilihat di perangkat mobile.
Contohnya, jika artikel website kamu berjudul “10 Cara Meningkatkan Penjualan UMKM”, kamu bisa membuat Pin dengan tulisan:
“10 Cara Bikin Penjualan UMKM Makin Naik”
Kemudian arahkan Pin tersebut ke artikel lengkap di website.
7. Masukkan Link Website
Jangan lupa memasukkan URL halaman website yang relevan pada Pin.
Misalnya kamu membuat Pin tentang “Cara Membuat Caption Jualan”, maka arahkan Pin ke artikel website yang membahas topik tersebut.
Tujuannya sederhana: ketika seseorang tertarik dengan Pin, mereka bisa langsung mengunjungi website kamu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
8. Gunakan Keyword Pinterest
Pinterest juga menggunakan sistem pencarian. Artinya, penggunaan keyword tetap penting.
Masukkan keyword yang relevan pada beberapa bagian seperti:
- Nama profil.
- Deskripsi profil.
- Nama Board.
- Deskripsi Board.
- Judul Pin.
- Deskripsi Pin.
Contohnya, jika keyword utama kamu adalah “cara membuat Pinterest untuk website”, gunakan secara natural dalam judul dan deskripsi.
Jangan melakukan keyword stuffing. Tulis seperti manusia biasa agar tetap nyaman dibaca.
Tips SEO Pinterest untuk Website
Kalau ingin Pinterest membantu mendatangkan traffic, jangan hanya fokus membuat gambar yang bagus. Optimasi SEO juga penting.
Gunakan Keyword yang Relevan
Cari tahu kata atau frasa yang biasa digunakan audiens saat mencari topik tertentu.
Kemudian gunakan keyword tersebut secara natural pada Pin dan Board.
Buat Judul yang Mengundang Klik
Judul Pin harus singkat, jelas, dan membuat orang penasaran.
Contoh:
Kurang menarik:
“Pinterest”
Lebih menarik:
“7 Cara Menggunakan Pinterest untuk Meningkatkan Traffic Website”
Judul kedua memberikan alasan yang lebih jelas untuk diklik.
Buat Konten yang Konsisten
Tidak perlu langsung membuat puluhan Pin setiap hari.
Lebih baik mulai dengan jadwal yang realistis dan konsisten. Misalnya beberapa Pin setiap minggu.
Yang penting adalah terus menguji konten dan melihat mana yang mendapatkan respons terbaik.
Arahkan Pin ke Halaman yang Tepat
Jangan membuat Pin yang menarik tetapi link-nya tidak sesuai.
Kalau Pin membahas tips bisnis, arahkan pengguna ke artikel yang benar-benar membahas tips bisnis tersebut.
Pengalaman pengguna tetap penting.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula saat menggunakan Pinterest untuk website.
1. Profil tidak lengkap
Profil yang kosong membuat akun terlihat kurang profesional.
2. Tidak menggunakan keyword
Pin yang bagus tetapi tidak dioptimasi bisa lebih sulit ditemukan oleh pengguna yang relevan.
3. Semua Pin mengarah ke halaman yang sama
Sebaiknya buat Pin untuk berbagai artikel atau halaman website agar traffic tidak hanya bergantung pada satu konten.
4. Desain terlalu ramai
Terlalu banyak tulisan, warna, atau elemen visual bisa membuat Pin sulit dipahami.
5. Hanya fokus pada jumlah followers
Followers memang bisa membantu, tetapi Pinterest juga berfungsi sebagai mesin pencari. Jadi, fokuslah pada kualitas konten, relevansi keyword, dan manfaat yang diberikan kepada audiens.
Apakah Pinterest Bisa Membantu SEO Website?
Pinterest bisa membantu mendatangkan pengunjung ke website melalui Pin yang mengarah ke konten kamu. Namun, Pinterest bukan pengganti SEO Google.
Anggap Pinterest sebagai salah satu sumber traffic tambahan.
Misalnya kamu punya 50 artikel di website. Setiap artikel bisa dibuatkan beberapa desain Pin yang relevan. Dengan begitu, semakin banyak peluang konten kamu ditemukan oleh orang yang sedang mencari topik tersebut.
Penulis: Fasya – SMKN 9 Bungo



Leave a Reply