Gubuku – Pernah enggak sih, kamu lagi stres gara-gara tugas numpuk atau bad mood seharian, terus refleks buka e-commerce? Tiba-tiba checkout baju baru, sepatu impian, atau boba ukuran jumbo. Pas paketnya datang, rasanya senang banget! Tapi beberapa jam kemudian, muncul perasaan janggal: “Lah, sebenernya barang ini penting banget enggak, sih?”
Kalau kamu pernah ngalamin ini, tenang… kamu enggak sendirian. Fenomena ini sering banget menimpa Gen Z dan dikenal dengan sebutan Retail Therapy alias belanja demi meredakan stres.
Retail Therapy: Beli Barang atau Beli Happy?
Secara ilmiah, pas kita lagi cuci mata atau menekan tombol checkout, otak kita melepaskan hormon dopamin. Hormon ini bikin kita merasa gembira dan pegang kendali.
Sayangnya, rasa senang dari belanja impulsif ini sifatnya cuma sementara. Begitu euforianya hilang, masalah utama yang bikin stres tetap ada, ditambah bonus saldo rekening yang menipis!
Ceklist 3 Detik: Need vs Want
Biar kamu enggak terjebak coping mechanism yang bikin kantong jebol, coba pakai trik sederhana ini sebelum tekan tombol beli:
-
Terapkan Rule 48 Jam: Kalau lihat barang lucu, simpan dulu di keranjang (cart) selama 2 hari. Kalau setelah 2 hari kamu masih terbayang-bayang dan fungsinya jelas, baru pertimbangkan buat beli.
-
Hitung Pakai “Jam Kerja”: Harganya Rp200.000? Coba hitung berapa jam kamu harus kerja atau berapa hari uang saku yang harus kamu sisihkan demi barang itu. Worth it enggak?
-
Kenali Emosimu: Tanya ke diri sendiri: “Aku beli ini karena butuh barangnya, atau cuma lagi sedih/bosan?”
Cara Self-Care Murah Meriah (Tanpa Bikin Kanker/Kantong Kering)
Merawat kesehatan mental dan memanjakan diri (self-care) itu wajib, tapi enggak harus selalu ngeluarin uang kok. Kalau kamu lagi butuh hiburan, coba alternatif seru ini:
-
Maraton Serial/Nonton K-Drama: Alihkan fokus pikiran lewat cerita seru.
-
Jalan-Jalan Tipis (Dopamine Walk): Keluar rumah, hirup udara segar, atau keliling kompleks sambil dengerin playlist favorit.
-
Curhat ke Teman: Luapkan keluh kesahmu ke teman tepercaya. Terkadang yang kamu butuhkan cuma didengar, bukan barang baru.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.



Leave a Reply