Gubuku – Pernah nggak sih kamu merasa love-hate relationship sama uang? Baru juga awal bulan rasanya kayak sultan, pas pertengahan bulan mendadak jantungan tiap melihat saldo rekening. Uang itu bukan cuma soal angka di aplikasi m-banking, tapi sering banget nguras emosi.
Kalau kamu sering merasa cemas, guilty pas checkout barang, atau malah pakai belanja buat pelarian pas stres (retail therapy), itu tandanya kamu perlu menata ulang hubungan emosionalmu dengan uang. Yuk, simak cara mudahnya di bawah ini!
1. Kenali “Money Personality” Kamu
Setiap orang punya gaya merespons uang yang beda-beda. Coba cek, kamu tipe yang mana?
-
The Emotional Spender: Belanja pas sedih, stres, atau merayakan sesuatu.
-
The Anxious Saver: Punya tabungan, tapi tetap takut dan cemas uangnya bakal habis.
-
The Avoidant: Ogah ngecek saldo karena takut stres sendiri.
Mengenali tipe diri sendiri adalah langkah pertama supaya kamu bisa kontrol emosi, bukan dikontrol uang.
2. Ubah Mindset: Uang Itu Alat, Bukan Tolok Ukur Diri
Banyak dari kita yang merasa valuable cuma kalau bisa beli barang bermerek atau jalan-jalan ke tempat hits. Padahal, isi dompet sama sekali tidak menentukan nilai dirimu. Uang adalah tool untuk membantu hidupmu lebih aman dan nyaman, bukan untuk cari pengakuan di media sosial.
3. Stop “FOMO Spending”
Lihat teman keliling kafe aesthetic atau pakai baju yang lagi tren sering bikin kita terpancing ikutan. Sebelum melempar barang ke keranjang belanja, tanyakan dua hal ini ke diri sendiri:
-
“Aku beneran butuh barang ini, atau cuma takut dibilang nggak gaul?”
-
“Gimana perasaanku 3 hari setelah beli barang ini?”
Menolak FOMO bukan berarti kamu pelit, tapi kamu sedang menghargai hasil kerja kerasmu sendiri.
Catat pengeluaran tanpa menghakimi diri: Kalau ketahuan beli kopi kemahalan, ya sudah. Catat saja dan jadikan bahan evaluasi, tidak perlu meratapi berlebihan.
Penulis shiren dari SMKN6 Bungo.



Leave a Reply