Gubuku –Jangan Biarkan Media Sosial Menghancurkan Target Kekayaanmu
Lagi asyik scrolling Instagram atau TikTok, tiba-tiba lewat video teman sebaya yang baru beli mobil baru, unboxing barang branded, atau jalan-jalan ke luar negeri. Rasanya pasti campur aduk: iri, cemas, dan merasa tertinggal. Perasaan ini biasa disebut FOMO (Fear of Missing Out).
Tanpa disadari, kebiasaan melihat kehidupan orang lain di media sosial bisa menguras dompet dan merusak perencanaan keuangan jangka panjangmu. Yuk, pahami bagaimana media sosial bisa mengancam keuanganmu dan cara mengatasinya!
Bagaimana Media Sosial Merusak Keuanganmu?
-
Jebakan Lifestyle Creep
Melihat standar hidup orang lain yang serba mewah sering kali membuat kita merasa perlu menyesuaikan diri. Kamu mulai membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya demi estetik atau konten.
-
Pemasaran Implisit dan Impulse Buying
Algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan barang yang kemungkinan besar kamu sukai. Sekali klik tombol checkout karena tergiur racun belanja, target tabunganmu langsung berkurang.
-
Membandingkan Realita dengan Highlight Reel
Ingatlah bahwa orang lain hanya mengunggah momen terbaik dalam hidup mereka. Membandingkan kondisi finansialmu yang sebenarnya dengan pencapaian finansial orang lain di media sosial adalah hal yang tidak adil bagi dirimu sendiri.
Cara Menjaga Target Keuangan Tetap On-Track
| Langkah | Tindakan yang Bisa Kamu Lakukan |
| Lakukan Digital Detox | Unfollow atau mute akun-akun yang sering membuatmu merasa bersalah atau terdorong untuk konsumtif. |
| Terapkan Aturan 48 Jam | Saat ingin membeli barang impian karena fyp, tunggu 48 jam. Jika masih merasa butuh, baru pertimbangkan kembali. |
| Buat Pos Keuangan Jelas | Sisihkan dana untuk tabungan dan investasi di awal (pay yourself first) sebelum mengalokasikan uang untuk hiburan. |
| Fokus pada Financial Goal Sendiri | Ingat kembali alasan utamamu menabung, apakah untuk dana darurat, pendidikan, atau modal usaha di masa depan. |
penulis : diah skn 8 bungo



Leave a Reply