Cara Menentukan Target Pasar untuk UMKM

{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7577248311350938888"}}

Gubuku Banyak pelaku UMKM memiliki produk yang bagus, harga terjangkau, dan pelayanan yang baik, tetapi masih sulit mendapatkan pelanggan. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak memiliki target pasar yang jelas.

Banyak yang berpikir bahwa semua orang adalah pelanggan, padahal itu salah besar. Semakin luas target pasar, semakin sulit usaha untuk berkembang. Justru, ketika target pasar dibuat lebih spesifik, promosi akan lebih tepat sasaran, biaya pemasaran lebih hemat, dan peluang mendapatkan pelanggan loyal menjadi lebih besar.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menentukan target pasar untuk UMKM dengan langkah-langkah sederhana yang bisa langsung dipraktikkan.

1. Apa Itu Target Pasar?

Target pasar adalah kelompok orang yang paling cocok dan paling mungkin membeli produk atau jasa kamu. Mereka adalah pelanggan ideal yang benar-benar membutuhkan dan menginginkan produkmu.

Contoh:

  1. Jualan skincare alami → target pasar: wanita usia 20–35 tahun yang peduli kesehatan kulit.

  2. Jualan kopi literan → target pasar: pekerja kantor atau mahasiswa yang suka minum kopi harian.

  3. Jualan makanan sehat → target pasar: orang yang ingin diet atau pola hidup sehat.

Menentukan target pasar bukan berarti kamu menolak pelanggan lain. Tapi kamu memfokuskan promosi ke kelompok yang paling relevan, sehingga pemasaran lebih efisien dan tepat sasaran.

2. Mengapa Target Pasar Penting Bagi UMKM?

Ada beberapa alasan mengapa menentukan target pasar sangat penting:

✔ 1. Promosi jadi lebih hemat

Kamu tidak perlu menghabiskan uang untuk iklan yang menyasar semua orang. Cukup fokus pada orang yang paling mungkin membeli.

✔ 2. Pesan promosi lebih tepat

Kalimat promosi untuk ibu rumah tangga tentu berbeda dengan kalimat promosi untuk anak muda.

✔ 3. Produk lebih sesuai kebutuhan

Ketika tahu siapa pelangganmu, kamu bisa menyesuaikan tipe produk, harga, bahkan kemasan.

✔ 4. Pelanggan lebih loyal

Pelanggan yang merasa produkmu cocok untuk mereka akan lebih setia dan sering melakukan repeat order.

3. Langkah-Langkah Menentukan Target Pasar untuk UMKM

Berikut cara paling sederhana menentukan target pasar:

Langkah 1: Kenali Produk Kamu

Sebelum mengetahui siapa target pasar, kamu harus tahu dulu apa keunggulan produkmu.

Tanyakan pada diri sendiri:

  1. Produk ini menyelesaikan masalah apa?

  2. Siapa yang paling membutuhkan produk ini?

  3. Apa yang membuat produk ini berbeda dari yang lain?

Contoh:
Jika kamu menjual minuman sehat seperti jus cold-pressed, maka calon pelangganmu biasanya adalah orang yang peduli kesehatan atau sedang diet.

Langkah 2: Kategorikan Pasar dengan Segmentasi

Segmentasi pasar membantu kamu membagi pasar menjadi kelompok yang lebih kecil. Ada empat jenis segmentasi yang paling mudah digunakan UMKM:

a. Segmentasi Demografis

Berhubungan dengan identitas seseorang:

  1. Usia

  2. Jenis kelamin

  3. Pendapatan

  4. Pekerjaan

  5. Pendidikan

  6. Status (pelajar, pekerja, ibu rumah tangga)

Contoh:
Jualan baju bayi cocok untuk ibu muda atau keluarga baru.

b. Segmentasi Geografis

Berhubungan dengan lokasi:

  1. Kota

  2. Desa

  3. Lingkungan perumahan

  4. Iklim daerah

  5. Jarak dengan toko

Contoh:
Jika kamu jualan makanan pedas, lebih cocok untuk wilayah yang masyarakatnya suka makanan berbumbu kuat seperti Jawa Barat.

c. Segmentasi Psikografis

Berkaitan dengan gaya hidup, kepribadian, atau minat:

  1. Hobi

  2. Pola hidup sehat

  3. Pecinta teknologi

  4. Pencari promo

  5. Trendy atau simple

Baca Juga :  Cara Menghitung Penyusutan Aset UMKM dengan Mudah

Contoh:
Jika kamu menjual kopi premium, targetmu adalah orang yang suka gaya hidup modern dan menikmati kopi berkualitas.

d. Segmentasi Perilaku

Dilihat dari kebiasaan konsumen:

  1. Sering membeli online

  2. Suka diskon

  3. Membeli untuk kebutuhan harian

  4. Membeli untuk hadiah

Contoh:
Produk hampers cocok untuk orang yang sering memberikan hadiah.

Langkah 3: Tentukan Siapa Pelanggan Idealmu

Setelah membagi pasar dalam beberapa kategori, sekarang saatnya memilih satu kelompok yang paling cocok.

Ini disebut buyer persona, yaitu gambaran seseorang yang menjadi pelanggan ideal.

Contoh buyer persona untuk toko kue sehat:

  1. Wanita usia 25–40 tahun

  2. Tinggal di kota besar

  3. Peduli kesehatan

  4. Sering membeli makanan low sugar

  5. Suka belanja online

Dengan persona ini, kamu bisa membuat promosi yang lebih tepat, misalnya melalui Instagram dan TikTok, bukan brosur atau koran.

Langkah 4: Analisis Kompetitor

Kompetitor bisa memberikan gambaran target pasar yang realistis.
Perhatikan:

  1. Siapa saja pelanggan mereka?

  2. Bagaimana cara mereka promosi?

  3. Apa kelebihan dan kekurangan mereka?

Jika kompetitor menyasar anak muda, kamu bisa:

  1. mengambil segmen yang sama tetapi dengan harga lebih rendah, atau

  2. memilih segmen lain seperti keluarga atau pekerja kantoran.

Langkah 5: Sesuaikan Produk dengan Kebutuhan Target Pasar

Jika target pasarmu sudah jelas, sesuaikan produkmu agar cocok dengan mereka.

Contoh:

  1. Target pasar: mahasiswa
    → harga harus terjangkau dan promosi banyak lewat media sosial.

  2. Target pasar: pekerja kantoran
    → kemasan harus rapi, praktis, dan bisa dibeli delivery.

Dengan menyesuaikan produk, pelanggan akan merasa bahwa produk kamu memang dibuat untuk mereka.

Langkah 6: Gunakan Media Promosi yang Cocok

Setiap target pasar punya kebiasaan berbeda dalam mencari informasi.

Contoh:

  1. Anak muda → aktif di TikTok dan Instagram

  2. Ibu rumah tangga → aktif di Facebook dan WhatsApp

  3. Pebisnis → aktif di LinkedIn

Jika kamu salah memilih media promosi, maka pesanmu tidak akan sampai pada target pelanggan.

Langkah 7: Uji Target Pasar dan Evaluasi

Setelah menentukan target pasar, lakukan uji coba selama beberapa minggu:

  1. Lakukan promosi digital ke kelompok tertentu

  2. Amati siapa yang paling banyak membeli

  3. Lihat apakah penjualan meningkat

Jika ternyata tidak sesuai, kamu bisa menyesuaikan kembali target pasar hingga menemukan yang paling tepat.

4. Contoh Target Pasar dari Berbagai Jenis UMKM

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh target pasar untuk beberapa jenis usaha:

🌮 Bisnis Kuliner (Aneka Rice Bowl)

  1. Usia 17–35 tahun

  2. Mahasiswa dan pekerja kantor

  3. Suka makanan praktis dan cepat

  4. Lokasi dekat kampus atau perkantoran

👕 Bisnis Fashion Muslim

  1. Wanita usia 20–45 tahun

  2. Tinggal di wilayah urban

  3. Suka fashion syar’i

  4. Pendapatan menengah

🎁 Bisnis Hampers

  1. Usia 25–50 tahun

  2. Pekerja kantoran, pasangan baru, atau keluarga

  3. Sering memberi hadiah saat momen tertentu

💅 Bisnis Beauty Care

  1. Wanita usia 18–35 tahun

  2. Peduli penampilan

  3. Sering mencari promo di internet

Contoh ini bisa kamu jadikan referensi untuk membuat target pasar produkmu sendiri.

5. Kesalahan Umum UMKM Saat Menentukan Target Pasar

❌ 1. Menganggap semua orang adalah pelanggan

Akibatnya, promosi tidak fokus dan biaya membengkak.

❌ 2. Tidak melakukan riset kecil-kecilan

Bahkan survei sederhana ke 10 orang pun sudah cukup membantu.

❌ 3. Meniru kompetitor tanpa memahami kebutuhan pelanggan sendiri

❌ 4. Tidak menyesuaikan produk dengan target pasar

Produk bagus tapi tidak cocok dengan kebutuhan pelanggan = sulit laku.

❌ 5. Tidak mengevaluasi target pasar secara berkala

Pasar berubah, perilaku konsumen berubah, maka target pasarmu pun bisa berubah.

6. Tips Menentukan Target Pasar dengan Lebih Akurat

  1. Gunakan Google Trends untuk melihat minat pasar

  2. Buat polling kecil di media sosial

  3. Perhatikan pelanggan pertama yang sering beli

  4. Catat alasan mereka memilih produkmu

  5. Ajak pelanggan berdiskusi dan dengarkan masukan

Semakin memahami pelanggan, semakin mudah menentukan target pasar.

Menentukan target pasar adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh setiap UMKM. Tanpa target pasar yang jelas, promosi akan lebih boros, produk sulit laku, dan usaha sulit berkembang.

Dalam menentukan target pasar, pastikan kamu:

  1. Mengenali produk

  2. Melakukan segmentasi

  3. Membuat buyer persona

  4. Menganalisis kompetitor

  5. Menyesuaikan produk

  6. Memilih media promosi yang tepat

  7. Melakukan evaluasi

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, UMKM bisa lebih mudah mendapatkan pelanggan loyal dan meningkatkan penjualan secara konsisten.

Intership SMKN 1 Bungo |Mukmainna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *