Home » Viral! Kades Purwasaba Hoho Alkaf Diduga Dikeroyok Saat Demo LSM, Ini Kronologi Lengkapnya

Viral! Kades Purwasaba Hoho Alkaf Diduga Dikeroyok Saat Demo LSM, Ini Kronologi Lengkapnya

Gubuku – Media sosial lagi ramai membahas insiden yang dialami Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan saat aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Balai Desa Purwasaba pada Selasa, 11 Maret 2026.

Video kejadian tersebut langsung viral dan menuai berbagai komentar dari netizen.


Kronologi Kejadian Versi Hoho Alkaf

Melalui akun Instagram pribadinya @hoho_alkaff, Hoho menceritakan kronologi kejadian pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa insiden bermula setelah audiensi dengan massa berlangsung panas. Saat hendak meninggalkan aula balai desa, situasi tiba-tiba berubah ricuh.

Menurut Hoho, dirinya langsung diserang oleh beberapa orang dari berbagai arah.

“Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan,” ungkap Hoho.

Akibat kejadian tersebut, beberapa atribut kedinasannya rusak.

  • Kacamata pecah karena pukulan dari depan

  • Pakaian dinas robek

  • Papan nama dan atribut lepas karena ditarik

Hoho juga mengaku sempat mengalami luka fisik sebelum akhirnya diamankan oleh aparat keamanan.


Diduga Dipicu Hasil Seleksi Perangkat Desa

Hoho menduga aksi anarkis itu dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa.

Menurutnya, pihak tersebut meminta agar proses seleksi diulang.

Namun Hoho menolak permintaan tersebut karena merasa seluruh proses sudah sesuai aturan yang berlaku.

“Nilainya di bawah tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tidak mau tahu,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil seleksi tidak bisa dibatalkan hanya karena tekanan dari pihak tertentu.


Video Viral Dinilai Tidak Menampilkan Kejadian Utuh

Hoho juga menanggapi video yang beredar di media sosial.

Menurutnya, video tersebut hanya menampilkan bagian ketika dirinya sudah berada di belakang mobil pengamanan.

Sementara momen awal pengeroyokan tidak terekam secara jelas.

“Di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil,” katanya.


Hoho Alkaf Siap Tempuh Jalur Hukum

Setelah kejadian tersebut, Hoho mengaku akan mencari keadilan melalui jalur hukum.

Ia bahkan berencana melaporkan kasus ini hingga ke Propam Mabes Polri.

Hoho berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat memberikan perlindungan dan keadilan atas insiden yang dialaminya.

“Saya pejabat pemerintah yang sudah bekerja sesuai aturan. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *