Home » Teror Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Viral, Publik Bandingkan dengan Kasus Novel Baswedan

Teror Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Viral, Publik Bandingkan dengan Kasus Novel Baswedan

Gubuku.id – Insiden teror penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, viral di media sosial dan langsung memicu kemarahan publik.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB. Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan momen dugaan penyerangan terhadap aktivis tersebut.

Banyak netizen menilai kejadian ini sebagai tindakan brutal yang mengancam keselamatan aktivis dan kebebasan bersuara di Indonesia.

Disorot Tokoh Publik

Kasus ini langsung mendapat perhatian dari berbagai tokoh publik. Salah satunya adalah penceramah dan influencer keagamaan, Felix Siauw.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, ia mengecam keras aksi teror tersebut.

Felix menegaskan bahwa tindakan kedzaliman tidak boleh dibiarkan karena bisa menjadi ancaman bagi siapa saja.

“Kedzaliman itu bila dibiarkan, tinggal tunggu waktu kita yang jadi korbannya,” tulis Felix dalam unggahannya.

Disamakan dengan Kasus Novel Baswedan

Dalam komentarnya, Felix juga menyinggung kemiripan pola dengan kasus penyiraman air keras yang pernah dialami mantan penyidik KPK, Novel Baswedan pada tahun 2017.

Menurutnya, kejadian seperti ini sering terjadi kepada orang-orang yang dianggap mengancam praktik korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan.

Baca Juga :  Viral! Kades Purwasaba Hoho Alkaf Diduga Dikeroyok Saat Demo LSM, Ini Kronologi Lengkapnya

Ia bahkan menduga aksi tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan kemungkinan sudah direncanakan oleh pihak tertentu.

Felix pun meminta aparat kepolisian segera bertindak cepat agar pelaku bisa ditangkap dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dugaan Upaya Membungkam Suara Kritis

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung juga ikut menyoroti insiden tersebut.

Dalam siniar di kanal YouTube miliknya, Rocky menilai serangan terhadap Andrie Yunus bisa menjadi tanda adanya upaya membungkam suara kritis dari masyarakat sipil.

Andrie dikenal sebagai aktivis yang aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dinilai dapat melemahkan demokrasi.

Menurut Rocky, jika kasus ini tidak ditangani secara serius, maka dampaknya bisa lebih luas.

Ia bahkan mengingatkan bahwa citra Indonesia di mata dunia bisa menurun apabila negara dianggap tidak mampu melindungi aktivis hak asasi manusia.

Publik Menunggu Tindakan Tegas Aparat

Kasus teror terhadap Andrie Yunus kini menjadi sorotan luas masyarakat. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Publik menilai perlindungan terhadap aktivis dan kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *