Gubuku – Dokumen bocor ungkap dugaan strategi jaringan global milik George Soros lewat Open Society Foundations untuk memengaruhi demokrasi Indonesia. Simak fakta lengkapnya di sini.
🔥 Heboh! Bocoran Dokumen Ungkap Dugaan Manuver Global di Indonesia
Jagat politik Indonesia lagi rame banget nih, setelah muncul laporan dari The Sunday Guardian Live yang ngebongkar dokumen internal soal dugaan manuver jaringan filantropi global milik George Soros.
Lewat organisasi Open Society Foundations (OSF), disebut-sebut ada aliran dana besar ke Indonesia, tepatnya melalui Yayasan Kurawal.
Tujuannya? Diduga buat memengaruhi arah demokrasi Indonesia, apalagi di masa transisi dari era Joko Widodo ke Prabowo Subianto.
⚡ Strategi “Raja Abu”: Antisipasi Era Prabowo
Dalam dokumen tersebut, ada strategi bernama “Raja Abu: Bersiap untuk Tahun-Tahun Prabowo”.
Isinya cukup “panas”, karena:
-
Era Joko Widodo disebut sebagai “dekade pembongkaran demokrasi”
-
Fokus utama: memperkuat gerakan masyarakat sipil untuk menyuarakan kritik
-
Menggunakan pendekatan “ekosistem” alias koordinasi banyak organisasi dalam satu narasi besar
Singkatnya, strategi ini ingin bikin gerakan sipil jadi lebih solid dan terorganisir.
💰 Aliran Dana Fantastis, Tembus Puluhan Miliar
Untuk periode 2026–2028, Yayasan Kurawal mengajukan dana sekitar:
👉 USD 1,8 juta (± Rp28,5 miliar)
Rinciannya:
-
80% dari Open Society Foundations
-
20% dari Taiwan Foundation for Democracy
Dana ini dibagi ke 4 fokus utama:
-
Mobilisasi komunitas akar rumput
-
Penguatan kepemimpinan anak muda (Gen Z & milenial)
-
Pengawasan kebijakan pemerintah
-
Kolaborasi dengan akademisi & tokoh agama
🎯 Masuk ke Kampus, Pesantren, hingga Aktivis
Yang bikin makin menarik (dan kontroversial), dana ini juga disalurkan ke berbagai sektor:
-
Program “NAHDHAH” untuk narasi Islam progresif di lingkungan NU & Muhammadiyah
-
Sekolah Ekologi Politik untuk kaderisasi aktivis
-
Proyek di Universitas Indonesia lewat Asia Research Centre
Artinya, strategi ini nggak cuma di jalanan, tapi juga masuk ke dunia akademik dan keagamaan.
🌍 Papua & Jaringan Global South Jadi Fokus
Salah satu poin krusial adalah Papua.
Program ini disebut ingin:
-
Meningkatkan partisipasi masyarakat di Papua
-
Menghubungkan gerakan demokrasi Indonesia dengan jaringan Global South
Indonesia bahkan disebut-sebut bakal jadi pusat gerakan regional.
🤔 Kontroversi: Filantropi atau Intervensi?
Sampai sekarang, isu ini masih jadi perdebatan panas:
-
Apakah ini bentuk dukungan demokrasi?
-
Atau justru intervensi asing ke politik dalam negeri?
Apalagi, transparansi soal dana luar negeri dan agenda politiknya masih jadi tanda tanya besar.
🧠 Kesimpulan Singkat (Versi Gen Z)
-
Ada dokumen bocor soal strategi global di Indonesia
-
Melibatkan jaringan George Soros
-
Fokus ke era Prabowo Subianto
-
Dana miliaran rupiah mengalir ke berbagai sektor
-
Isunya: antara “dukungan demokrasi” vs “campur tangan asing”
*)Penulis : Adis Cahyana/Livantara